JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Bina Haji Khusus dan Umrah meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), menertibkan kedatangan jemaah umrah yang diberangkatkan melalui Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah, Moh Fauzin, menyampaikan bahwa imbauan ini merupakan tindak lanjut atas evaluasi hari pertama pelaksanaan Surat Edaran DJPU Nomor 12 Tahun 2026 dan Surat Edaran Nomor 153/BN/2026 pada 1 Juli 2026.
"Pada hari pertama pelaksanaan ketentuan ini, kami masih menemukan sejumlah hal yang perlu segera diperbaiki. Masih ada jemaah umrah yang tiba terlambat di Terminal 2F," kata Fauzin dalam keterangan pers resmi, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Bandara Juanda Telah Layani 43.881 Jemaah Haji, Penerbangan Umrah Kembali Dibuka
Fauzin mengingatkan kepada seluruh PPIU untuk mengingatkan kembali waktu keberangkatan setiap jemaah umrah agar mereka datang tepat waktu di Terminal 2F.
"Pihaknya maskapai tidak akan memproses check-in apabila jemaah belum hadir di counter check-in sesuai waktu yang ditentukan," kata Fauzin.
Soal koper jemaah
Selain keterlambatan kedatangan jemaah, Kemenhaj juga menemukan adanya koper tambahan rombongan umrah yang tidak seragam dan tidak berlabel.
"Berdasarkan klarifikasi di lapangan, sebagian koper tambahan tersebut merupakan barang milik owner PPIU," tuturnya.
Baca juga: Kasus Penipuan Biro Umrah Temanggung Berujung Jemaah Gagal Berangkat, Bos Mangkir dari Panggilan
Fauzin menjelaskan, pelaksanaan split operation pada hari pertama menunjukkan masih banyak bagasi tambahan jemaah umrah, terutama pada penerbangan Saudia, yang sulit diidentifikasi karena tidak memiliki tanda atau label khusus.
Kondisi ini akhirnya menyulitkan petugas bandara dalam proses pemilahan antara bagasi rombongan umrah dan bagasi reguler pada saat kedatangan.
"Kami meminta dukungan asosiasi PPIU untuk segera menyampaikan kembali ketentuan ini kepada seluruh anggota, terutama yang jemaahnya masih berada di Arab Saudi dan akan kembali ke Jakarta," jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang