100 Pedagang CFD Kota Kediri Ikuti Pembinaan, Pemkot Tata Kawasan agar Lebih Tertib dan Nyaman

beritajatim.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri mulai melakukan penataan kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Dhoho dengan memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha mikro. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan kawasan hari bebas kendaraan bermotor yang lebih tertib, nyaman, sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sebanyak 100 pedagang yang berjualan di kawasan perempatan Aris Motor hingga depan Soto Pojok mengikuti kegiatan Pembinaan Pelaku Usaha Mikro yang Beraktivitas di CFD Kota Kediri yang diselenggarakan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, Rabu (1/7/2026).

Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi, menjelaskan pembinaan tersebut menjadi langkah awal sebelum dilakukan penataan ulang kawasan CFD. Menurutnya, fungsi utama CFD bukan hanya sebagai ruang aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang publik yang mendukung gaya hidup sehat, mengurangi pencemaran udara, serta menjadi tempat interaksi masyarakat yang aman dan nyaman.

“CFD tidak hanya menjadi pasar tumpah, tetapi ke depan diharapkan berkembang sebagai destinasi kuliner yang tertata sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pelaku usaha,” ujarnya.

Dalam pembinaan tersebut, para pedagang diberikan pemahaman mengenai sejumlah aturan yang harus dipatuhi, mulai dari penataan lokasi dan jarak antarlapak, hingga kewajiban menyediakan tempat sampah bagi pedagang makanan yang melayani makan di tempat (dine in).

Penataan tersebut bertujuan menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya sesuai dengan regulasi Pemerintah Kota Kediri.

Selain aspek penertiban, Dinkop UMTK juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha melalui fasilitasi pengurusan sertifikasi halal dan izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Dengan pendataan yang lebih baik, pemerintah dapat memberikan pembinaan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM.

Salah satu peserta pembinaan, Bayu, Koordinator Paguyuban Pedagang CFD Jalan Dhoho, mengaku menyambut baik langkah penataan yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, keberadaan CFD telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi pelaku usaha mikro di Kota Kediri.

“Kita selaku pelaku UMKM berterima kasih karena CFD bisa membangkitkan ekonomi UMKM di Kota Kediri,” katanya.

Bayu mengungkapkan sebelum adanya pembinaan masih ditemukan berbagai persoalan, seperti pedagang yang saling mengklaim lapak hingga kurang tertib dalam mematuhi aturan. Padahal Pemerintah Kota Kediri telah menyediakan lapak berukuran 1,5 x 1,5 meter secara gratis bagi warga Kota Kediri yang ingin berjualan di kawasan CFD.

“Sebelum adanya pembinaan banyak pedagang yang saling klaim lapak, dengan adanya pembinaan ini bisa rata semua,” ucapnya.

Sebagai koordinator yang membina sekitar 150 pelaku UMKM di kawasan CFD Jalan Dhoho, Bayu juga membantu pemerintah mengawasi praktik jual beli lapak yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab agar tidak merugikan masyarakat.

Ia menyebut masih terdapat sejumlah pelanggaran, seperti penguasaan lahan secara berlebihan, kepemilikan lebih dari satu lapak, hingga rendahnya kesadaran sebagian pedagang dalam mengelola sampah.

“Saya yakin penataan yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri demi kebaikan bersama. Untuk itu saya berpesan kepada penjual agar patuh terhadap tata tertib yang dibuat, karena untuk CFD yang lebih baik,” pungkasnya.

Melalui penataan ini, Pemerintah Kota Kediri berharap kawasan Car Free Day di Jalan Dhoho tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik yang tertib, bersih, aman, dan nyaman, sekaligus menjadi destinasi wisata kuliner yang mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal. [nm/ted]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pangdam Jaya Sambangi Polda Metro, Ikut Rayakan Hari Bhayangkara
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Ini Kriteria Pedagang Online yang Kena Pajak Mulai 1 Agustus 2026
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Pihak Keisya Levronka Gugat Untar dengan Nilai Ganti Rugi Sebesar Rp 1 Miliar
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Latsarmil Dihapus tapi Calon Manajer Kopdes Masih Pakai Seragam Militer, Ini Kata Wamenhan
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Kementerian UMKM Perkuat Inkubator Bisnis, Tekan Risiko Gagal Wirausaha Hingga 90 Persen
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.