Simpan Sabu Dalam Perut Lewat Anus, Kurir Jaringan Riau-NTB Ditangkap di Soetta

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan lintas pulau Riau-NTB. Dua kurir diringkus di Bandara Soekarno-Hatta setelah kedapatan menyembunyikan sabu di dalam perut melalui anus.

"Benar, tim yang dipimpin Kombes Handik berhasil mengamankan dua tersangka di Terminal Kedatangan 2E Bandara Soetta. Modusnya cukup ekstrem, yakni memasukkan kapsul berisi sabu ke dalam tubuh melalui anus," ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: Lapas Surabaya Gagalkan Penyelundupan 12,67 Gram Sabu Modus Lipatan Uang

Eko menyebut pengungkapan ini merupakan hasil kerja dari Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di bawah pimpinan Kombes Handik Zusen. Penyelidikan bermula saat tim menerima informasi mengenai adanya kurir asal Batam yang membawa sabu dari Pekanbaru menuju Sumbawa, NTB.

"Tim melakukan assessment mendalam dan mendapati target atas nama Musa dan Muhammad Guntur akan membawa paket berisi narkoba jenis sabu sebanyak ± 500 gram dari Kota Pekanbaru, Riau menuju Sumbawa, NTB melalui jalur udara yang disimpan di dalam perut dan dimasukkan melalui anus," jelas Eko.

Selanjutnya pada Minggu (28/6) tim melakukan pemantauan di Terminal Kedatangan 2E Bandara Soekarno-Hatta. Kedua pelaku diketahui akan transit terlebih dahulu di Jakarta.

"Sekira pukul 08.45 WIB, setelah pesawat Super Air Jet mendarat, tim mengamankan dua tersangka atas nama Musa dan Muhammad Guntur. Dari hasil interogasi awal, keduanya mengaku benar sedang membawa narkoba jenis sabu yang telah dimasukkan didalam tubuhnya melalui lubang anus masing-masing sebanyak 250 gram," turur Eko.

Polisi kemudian membawa kedua tersangka ke RS EMC Tangerang untuk dilakukan tindakan pemeriksaan X-ray dan pengeluaran narkoba dari dalam perutnya.

"Berhasil dikeluarkan dari tubuh tersangka Musa sebanyak empat bungkus plastik bening ukuran sedang dan dari tubuh tersangka Muhammad Guntur sebanyak empat bungkus plastik bening ukuran sedang," ungkap Eko.

Dari hasil interogasi, diketahui bahwa narkoba jenis sabu itu diperoleh dari seseorang yang bernama Sofian alias Pian yang berada di Pulau Rupat, Bengkalis, Riau dan rencananya akan diantar ke seseorang yang diketahui bernama Isnaini als PP Bara yang berada di Sumbawa.

Dengan membawa para tersangka, tim kemudian melakukan controlled delivery atau pengiriman di bawah pengawasan guna menangkap pemesan barang di Sumbawa, NTB.

"Sekira jam 23.30 WITA tim tiba di tempat yang telah diarahkan oleh tersangka Isnaini. Tim segera mengamankan tersangka Isnaini berikut alat komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan tersangka Musa," ucap Eko.

Brigjen Eko menyoroti bagaimana para tersangka bisa lolos dari bandara asal. Berdasarkan interogasi, para pelaku diduga memanfaatkan ketiadaan teknologi body scanner di bandara.

"Tersangka mengelabui sistem keamanan bandara pekan baru yang tidak terdapat X-ray Transmisi (Body Scanner) sehingga bisa berhasil lolos membawa narkotika melalui bandara," terang Eko.

Baca juga: Perang Lawan Judol: Polri Blokir 278 Ribu Situs dan Tangkap 1.164 Tersangka

Brigjen Eko menyebut keseluruhan barang bukti yang diamankan jika dikonversi dalam rupiah bernilai Rp 900 juta. Pengungkapan itu juga diestimasi menyelamatkan hingga 2.500 juta jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman narkotika.

Adapun saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke kantor Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah memburu dua orang DPO yang berperan sebagai penyedia dan pemesan barang haram tersebut.




(ond/whn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo kaget diberi pulpen oleh Presiden Belarus usai isi buku tamu
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Diungkap Purbaya, Harga Pertamax Bakal Segera Turun Pelan-Pelan di Indonesia
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Amanat Prabowo ke Polri di HUT Bhayangkara: Hukum, Demokrasi hingga MBG
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini, Area Parkir PN Jaktim Ditutup untuk Pengunjung
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
BPOM Tindak Tegas Peredaran Obat Palsu Codrela dan Trivam
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.