Gelombang panas ekstrem diperkirakan akan semakin intens mendekati wilayah timur Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini. Puluhan juta orang berada dalam situasi berbahaya di tengah persiapan perayaan Hari Kemerdekaan AS ke-250 dan turnamen sepak bola akbar Piala Dunia 2026 yang sedang berjalan.
Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) memperkirakan suhu udara berkisar antara 32 hingga 40 derajat Celsius. Jika dipadukan dengan tingkat kelembapan yang tinggi, indeks panas di sejumlah wilayah dapat mencapai sekitar 46 derajat Celsius.
Gelombang panas diperkirakan akan memengaruhi sejumlah pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko.
Laga Kroasia melawan Portugal di Toronto pada Kamis (2/7) malam nanti diprediksi berlangsung dalam cuaca panas dan lembap, dengan suhu mendekati 31 derajat Celsius. Hujan badai lokal juga berpotensi terjadi.
Pertandingan Argentina melawan Tanjung Verde di Miami pada Jumat (3/7) sore diperkirakan menjadi laga dengan cuaca terpanas. Kick-off akan berlangsung saat suhu mendekati 32 derajat Celsius, dengan indeks panas mencapai sekitar 38 derajat Celsius.
Sementara itu, pertandingan Kolombia kontra Ghana di Kansas City pada Jumat (3/7) malam digelar setelah puncak panas berlalu, tapi indeks panas saat pertandingan tetap diperkirakan berada di kisaran 35 derajat Celsius.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mulai mengantisipasi dampak suhu ekstrem terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan WHO telah bekerja sama dengan FIFA untuk melindungi pemain, staf, dan penonton dari risiko cuaca panas.
"WHO mendukung penyusunan rencana aksi, peningkatan kesadaran masyarakat, pembentukan sistem peringatan dini, perluasan akses terhadap air minum yang aman, serta penerapan strategi pendinginan dan perencanaan yang cerdas," kata Ghebreyesus, mengutip Euronews.
Soal Gelombang Panas di ASFenomena yang dikenal sebagai heat dome atau kubah panas ini diperkirakan membuat suhu di sejumlah wilayah timur AS, termasuk New York City dan Washington DC, mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir. Sejumlah rekor suhu tertinggi juga diperkirakan akan pecah dalam beberapa hari ke depan.
Sebelumnya, panas ekstrem dan kelembapan tinggi telah melanda kawasan Midwest dan Selatan AS. Kondisi tersebut meluas ke wilayah Mid-Atlantic dan Timur Laut. Kubah panas diperkirakan bertahan di wilayah timur, terutama di sepanjang jalan tol Interstate 95, dan mencapai puncaknya pada Jumat (3/7).
Banyak daerah diprediksi mengalami suhu maksimum di kisaran 35 hingga 38 derajat Celsius selama beberapa hari berturut-turut. Tingkat kelembapan yang tinggi membuat suhu terasa jauh lebih panas, bahkan bisa mencapai lebih dari 43 derajat Celsius.
Para ilmuwan menyebut gelombang panas di berbagai belahan dunia kini semakin sering dan semakin ekstrem akibat pemanasan global yang dipicu emisi bahan bakar fosil. Gelombang panas yang memecahkan rekor di Eropa pekan lalu dan di wilayah barat AS pada Maret 2026 lalu menjadi contoh terbaru.
Menurut data NWS, cuaca panas merupakan fenomena cuaca paling mematikan di Amerika Serikat. Rata-rata korban jiwa akibat panas setiap tahunnya bahkan lebih banyak dibanding gabungan korban tornado, badai, dan sambaran petir.
Saat ini, lebih dari 180 juta penduduk berada di wilayah dengan tingkat risiko panas Level 3 (major) hingga Level 4 (extreme), dua kategori tertinggi dalam sistem peringatan panas NWS.
NWS juga mencatat kunjungan ke instalasi gawat darurat akibat penyakit terkait panas meningkat tajam ketika peringatan Level 3 dan Level 4 diberlakukan. Risiko kesehatan tidak hanya dipicu oleh suhu panas, tetapi juga kelembapan udara. Kelembapan yang tinggi membuat keringat sulit menguap sehingga tubuh kehilangan mekanisme alami untuk mendinginkan diri.
Kekhawatiran terbesar bukan hanya seberapa panas suhu pada siang hari, tetapi juga karena gelombang panas ini akan berlangsung lama dan tidak mereda hingga malam hari. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang tidak memiliki pendingin ruangan atau akses air minum memadai hampir tidak memiliki waktu bagi tubuh untuk menurunkan suhu.
NWS memperingatkan suhu malam hanya turun ke kisaran 20 derajat Celsius sehingga masyarakat hampir tidak mendapatkan jeda dari paparan panas.
Suhu malam di wilayah Midwest, Selatan, hingga Pantai Timur AS diperkirakan tidak akan turun di bawah kisaran 21 hingga 24 derajat Celsius. Di kawasan perkotaan, suhu bahkan bisa tetap berada di atas 27 derajat Celsius karena beton dan aspal menyerap panas siang hari lalu melepaskannya secara perlahan saat malam.
Selain itu, lebih dari 150 rekor suhu maksimum harian berpotensi pecah antara Selasa hingga Sabtu pekan ini. Sejumlah kota yang diperkirakan mencatat rekor baru antara lain Charlotte, Cleveland, New York City, Pittsburgh, dan Washington DC.
Baltimore dan Washington DC diperkirakan hanya terpaut beberapa derajat dari rekor suhu tertinggi sepanjang masa masing-masing, yakni sekitar 41,7 derajat Celsius dan 41,1 derajat Celsius.
Sementara itu, New York City berpeluang mencatat suhu 37,8 derajat Celsius selama dua hari berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Juli 2011. Di Virginia bagian timur, badan cuaca setempat menyebut gelombang panas kali ini berpotensi menjadi yang paling parah sejak Juli 2012. Gelombang panas saat itu menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal di Virginia dan lebih dari 30 korban jiwa di empat negara bagian.
Daerah Richmond diperkirakan akan mencatat suhu di atas 37,8 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut, yang berpotensi memecahkan rekor harian setiap harinya. Sedangkan di North Carolina, suhu di Raleigh diprediksi mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah kota tersebut, yakni sekitar 41,1 derajat Celsius.
Gelombang Panas Bertepatan HUT ASGelombang panas ini terjadi bertepatan dengan salah satu periode perjalanan dan kegiatan luar ruangan tersibuk di AS. Jutaan warga diperkirakan menghadiri parade, pesta barbeque, pertandingan olahraga, hingga pesta kembang api Hari Kemerdekaan pada 4 Juli 2026 mendatang. Pemerintah AS mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca panas, terutama pada siang hingga awal malam.
Washington DC sendiri bersiap menerima lonjakan wisatawan yang datang untuk menghadiri berbagai acara peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Layanan Medis Darurat Washington DC, John Donnelly, mengatakan persediaan air minum akan tersedia di area-area yang diamankan selama perayaan Hari Kemerdekaan. Pemerintah juga menyiapkan pos pertolongan pertama, tim medis, serta tambahan ambulans.
"Kami juga melakukan hal yang sama di seluruh komunitas. Kami menambah sumber daya di luar layanan pemadam kebakaran dan medis darurat yang sudah tersedia di seluruh kota. Kami hanya meminta masyarakat ikut berperan, tidak terburu-buru, banyak minum air putih, dan tetap menjaga keselamatan," ujar Donnelly, mengutip CNN.
Sementara itu, Wali Kota New York, Zohran Mamdani, meluncurkan sejumlah program peningkatan kesadaran menghadapi cuaca panas. Salah satunya adalah memperbarui lebih dari 2.000 kios informasi LinkNYC agar dapat menunjukkan lokasi pusat pendinginan (cooling center) yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki dalam waktu sekitar 10 menit.
Di Nashville, pemerintah kota mulai menggelar patroli khusus bertajuk Heat Patrol untuk memeriksa kelompok rentan, termasuk warga tunawisma, sekaligus membagikan air dingin dan bantuan lainnya.





