Harry Kane tampil sebagai pahlawan bagi Inggris setelah mencetak dua gol krusial yang memastikan kemenangan 2-1 atas Kongo dalam laga dramatis di Piala Dunia 2026, Kamis (2/7). Sempat tertinggal, Inggris akhirnya lolos ke babak 16 besar berkat ketajaman sang kapten yang membalikkan keadaan dalam 15 menit terakhir pertandingan.
Aksi Heroik di Tengah TekananInggris nyaris menelan pil pahit yang akan tercatat sebagai salah satu sejarah terburuk mereka. Hingga pertengahan babak kedua, skuad asuhan Thomas Tuchel tampak buntu dan kesulitan menembus pertahanan disiplin Kongo. Namun, Kane menunjukkan kapasitasnya sebagai penyerang kelas dunia dengan menyundul bola masuk ke gawang Lionel Mpasi saat laga menyisakan 15 menit.
Tidak berhenti di situ, empat menit menjelang bubaran, Kane melepaskan tembakan kaki kanan yang memastikan kemenangan dramatis. Kemenangan ini mengirim Inggris melaju ke Stadion Azteca, Mexico City, untuk menghadapi tuan rumah Meksiko di babak 16 besar pada 6 Juli mendatang.
Pujian untuk Sang KaptenPelatih Thomas Tuchel tidak dapat menutupi kekagumannya terhadap performa sang penyerang. Menurutnya, persaingan di Piala Dunia saat ini melibatkan para pemain besar yang saling memotivasi satu sama lain untuk mencetak gol demi gol. Kane, menurutnya, mampu bersaing dengan Mbappe, Messi dan hingga Haaland .
“Mereka semua adalah hiu. Mereka mencium bau darah. Harry sangat, sangat hebat. Dia adalah kapten kami. Dia adalah pemimpin kami. Dia menentukan hasil pertandingan dengan penyelesaian yang luar biasa dan dia melakukannya di sini dua kali. Gol keduanya benar-benar brilian,” puji Tuchel usai pertandingan, seperti dilansir FIFA.
Rekor Prestisius Harry KaneMelalui tambahan dua gol ini, Kane kini telah mengoleksi 13 gol di Piala Dunia, melampaui catatan legenda sepak bola Pele. Selain itu, ia menyamai rekor 84 gol internasional milik Ferenc Puskas. Kane juga mencatatkan torehan impresif dengan 72 gol dalam 62 penampilan di level klub dan tim nasional musim ini.
Keberhasilan ini menempatkan Kane sebagai pemain Inggris pertama yang mencetak dua gol dalam laga sistem gugur Piala Dunia sejak Gary Lineker pada 1990. Perannya kini menjadi tumpuan utama bagi Inggris yang sedang mengejar ambisi juara di bawah arahan Tuchel.





