Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia terpantau melemah pada perdagangan Rabu (2/7/2026) menyusul sikap pelaku pasar yang mencermati perkembangan positif dalam negosiasi tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kemajuan pembicaraan tersebut meredakan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.
Mengutip CNBC International, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,33% menjadi US$67,67 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis Brent, yang menjadi acuan global, terkoreksi 1,12% ke level US$70,77 per barel.
Berdasarkan data LSEG, harga Brent telah merosot hampir 40% sepanjang kuartal ini, menandai kinerja kuartalan terburuk sejak 2020.
Pelemahan harga minyak juga dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut proses negosiasi dengan Iran di Qatar berjalan positif.
"Proses denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik dan kita lihat bagaimana hasilnya nanti," ujar Trump kepada wartawan.
Perundingan tidak langsung antara AS dan Iran dimulai di Doha, Qatar, pada Selasa (1/7/2026). Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner melakukan pembicaraan melalui mediator Qatar, tanpa bertemu langsung dengan pejabat Iran.
Baca Juga
- Progres Perundingan AS-Iran Tekan Harga Minyak ke Level Terendah Maret 2026
- Kata Wamenko Pangan soal Dugaan Minyakita Mahal Akibat MBG
- Harga Minyak Mulai Turun, Risiko Pasokan Global Masih Mengintai
Upaya diplomatik terbaru ini dilakukan setelah peningkatan ketegangan pada akhir pekan lalu yang mengancam keberlangsungan gencatan senjata selama 60 hari antara kedua negara. Iran dilaporkan menyerang dua kapal komersial, yang kemudian dibalas AS melalui serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran.
Pelaku pasar kini makin memperhitungkan peluang meredanya ketegangan apabila proses negosiasi terus menunjukkan kemajuan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi risiko terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Analis ING menilai pasar masih optimistis pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia akan kembali normal meskipun sempat terjadi eskalasi militer dalam beberapa waktu terakhir. Optimisme tersebut menjadi salah satu faktor yang menjelaskan mengapa harga Brent mencatatkan penurunan kuartalan terdalam sejak awal 2020.
Di sisi lain, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz juga mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap. Berdasarkan estimasi ING, jumlah kapal tanker yang melintasi jalur tersebut mencapai sekitar 11 kapal pada Selasa, lebih rendah dibandingkan puncaknya pekan lalu yang mencapai 24 kapal.
Meski demikian, lalu lintas kapal yang memasuki kawasan Teluk Persia mulai meningkat. Hal ini mengindikasikan para pemilik kapal makin percaya diri untuk kembali mengoperasikan armadanya di kawasan tersebut.





