BPH Migas pastikan distribusi BBM di Jawa Timur kembali normal

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur kembali normal.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan kondisi penyaluran BBM subsidi di sejumlah wilayah Jawa Timur seperti Surabaya dan Gresik, berangsur membaik setelah sempat terjadi antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.

"Sesuai laporan dari Pertamina Patra Niaga dan kami cek langsung ke lapangan, antrean ini (kendaraan) sudah sangat melandai. Rata-rata saat ini antrean 5-6 truk long chasis (sasis panjang) dan situasi ini juga tidak mengganggu rutinitas masyarakat," ujar Wahyudi di Integrated Terminal (IT) Surabaya, Jatim, Rabu (1/7).

Wahyudi memantau langsung ke lapangan ketersediaan dan penyaluran BBM subsidi, khususnya Biosolar bagi kendaraan angkutan logistik dan kendaraan pribadi.

Pemantauan dilakukan di sejumlah SPBU yang berlokasi di Kecamatan Benowo dan Kecamatan Asem Rowo, Surabaya, serta SPBU di Kecamatan Kebomas, Gresik.

BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan langkah percepatan distribusi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat, terutama sektor logistik, terpenuhi dengan baik.

Menurut Wahyudi, Surabaya dan Gresik merupakan wilayah penghubung utama yang memiliki aktivitas logistik cukup tinggi, terutama dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Tingginya lalu lintas kendaraan barang dan distribusi logistik menyebabkan kebutuhan BBM pada sejumlah SPBU meningkat.

Baca juga: BPH Migas ajak mahasiswa kawal penyaluran BBM subsidi tepat sasaran

Baca juga: BPH Migas-Pemprov Riau perkuat pengawasan penyaluran BBM subsidi

"Angkutan barang yang datang dari pelabuhan, kapal-kapal yang merapat di Pelabuhan Tanjung Perak maupun di Gresik rata-rata intensitasnya terjadi kenaikan yang cukup signifikan mulai 22-26 Juni 2026. Titik SPBU yang menjadi perhatian berada di SPBU Tol Surabaya-Gempol Kilometer 26, SPBU Tambak Osowilangun, SPBU Tambak Langon, dan SPBU Kebomas Gresik," ungkapnya.

Untuk mengurai antrean, Pertamina Patra Niaga menerapkan sejumlah langkah, di antaranya penambahan operasional mobil tangki selama 24 jam, percepatan pengiriman BBM, serta penerapan skema reguler, alternative and emergency (RAE).

"Perlu kita cermati pada saat peak season tadi, Pertamina Patra Niaga ternyata sudah mengirimkan delivery order (DO) pengiriman BBM yang seharusnya akan dikirim hari ini, ternyata lebih cepat dua hari. Penambahan tersebut dari SPBU bisa mencapai 20 persen," sebutnya.

Untuk RAE, penyaluran BBM di Surabaya dibantu dari FT Tuban dan FT Madiun.

Sementara, FT Tuban disuplai IT Pengapon Semarang dan FT Madiun dipasok dari FT Boyolali.

Selain aktivitas logistik, peningkatan kebutuhan BBM juga dipengaruhi masa libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat menuju Surabaya melalui jalur darat, udara, dan laut.

"Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menggunakan BBM subsidi (Biosolar) dan kompensasi (Pertalite) secara bijak dan wajar," ajak Wahyudi.

Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman menyampaikan langkah mitigasi perlu diperkuat agar kondisi serupa tidak terulang.

"Alhamdulillah, dengan melihat kondisi sekarang sudah berangsur normal. Karena ini (antrean BBM) adalah isu nasional, ke depannya diupayakan ada antisipasi terlebih dahulu, jangan sampai hal-hal seperti ini terjadi kembali. BPH Migas bersama dengan Pertamina terus berupaya untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran," terangnya.

Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Area Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Daniel juga memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman.

Untuk memperkuat distribusi, pihaknya menambah 15 mobil tangki guna mempercepat pasokan ke SPBU yang membutuhkan.

"Untuk antrean memang masih ada, tetapi masih dalam taraf yang normal. Kami juga menambahkan layanan operasional 15 MT (mobil tangki) spot charter dari 226 MT yang telah tersedia di Integrated Terminal Surabaya yang akan menyalurkan kepada SPBU yang sedang membutuhkan pasokan BBM," sebutnya.

Pemantauan turut didampingi perwakilan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM Kementerian ESDM, Region Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Pande Made Andi Suryawan, IT Manager Surabaya Indriati Purba Lestari, dan Sales Area Manager Area Surabaya Jalu Tarwoco.

Baca juga: BPH Migas-KPPU perkuat pengawasan dan persaingan usaha hilir migas

Baca juga: BPH Migas perkuat pengawasan BBM subsidi dari terminal hingga SPBU


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sarang Prostitusi di Bantaran Kali Grogol Dirombak Jadi Area Penanggulangan Banjir
• 7 menit laludisway.id
thumb
2 ABK WNI yang Hilang di Korea Selatan Belum Ditemukan
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Penampakan Taufik saat Akan Rekonstruksi Kasus: Pakai Peci Putih & Baju Tahanan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
AS tolak perpanjang pakta perdagangan dengan Kanada, Meksiko
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Rupiah Kembali Tertekan, Dekati Rp18.000 per Dolar AS
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.