Pantau - Dewan Guru Besar Universitas BINUS menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya, melalui gagasan AI for Life yang disampaikan di Tangerang, Banten, Kamis (2/7).
AI Harus Dimanfaatkan Secara Etis dan Bertanggung JawabKetua Dewan Guru Besar Universitas BINUS Prof. Harjanto Prabowo mengatakan AI tidak boleh berhenti pada penggunaan aplikasi semata, tetapi harus menjadi bagian dari transformasi kehidupan, pendidikan, industri, kreativitas, tata kelola, hukum, hingga strategi nasional.
Ia mengungkapkan, "AI harus dapat dimanfaatkan secara lebih bermakna, etis, dan bertanggung jawab, untuk mendukung kehidupan manusia, memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), mendorong produktivitas, serta memperluas dampak positif bagi masyarakat dan bangsa."
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan pemikiran, solusi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan AI yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan.
Prof. Harjanto menegaskan, "Melalui gagasan AI for Life, Dewan Guru Besar Binus ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya.”
Perguruan Tinggi Didorong Memimpin Transformasi AIProf. Harjanto menjelaskan AI bukan hanya tentang kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup, memperluas akses, menciptakan peluang, melindungi masyarakat, serta mendukung pembangunan bangsa.
Ia menegaskan, "Dalam era kecerdasan baru, kepemimpinan dan kolaborasi menjadi kunci agar AI dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Teknologi tidak dapat berdiri sendiri tanpa arah, nilai, dan tanggung jawab. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun literasi, etika, riset, talenta, dan kebijakan yang mampu menjadikan AI sebagai kekuatan untuk kehidupan."
Melalui gagasan AI for Life, Universitas BINUS ingin mendorong pemanfaatan AI sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat industri, mendukung pengambilan kebijakan, memperluas akses terhadap berbagai peluang, serta menciptakan dampak sosial yang lebih merata.
Prof. Harjanto mengatakan, "AI for Life adalah ajakan agar kita tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa teknologi tersebut membawa manfaat nyata bagi manusia dan Indonesia."
Sementara itu, Prof. Firdaus Alamsjah menyatakan AI perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kualitas pengambilan keputusan, membangun kapabilitas baru, serta menciptakan inovasi yang berdampak bagi industri dan masyarakat.
Ia mengatakan, "Organisasi, industri, dan institusi pendidikan, perlu bergerak dari AI adoption menuju AI transformation, yaitu dari sekadar memakai teknologi menjadi mampu menciptakan nilai melalui teknologi."



