Ramai-Ramai Memenuhi Panggilan Keindahan Bromo

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

Deru suara jip memecah pagi buta. Dengan pasti, kendaraan berpenggerak empat roda itu melibas medan lautan pasir dalam gelap. Guncangan akibat jalan  yang tidak rata tidak bisa dihindarkan bagi penumpangnya. Di dalam jip penumpang harus berpegangan erat agar tidak  terlontar dari tempat duduk.  

Pagi itu semua pengunjung mengejar matahari terbit di Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Minggu (28/6/2026). Mereka memulai perjalanan sejak pukul 02.00 WIB untuk bisa mendapat tempat terbaik.

Di titik tertinggi, di Penanjakan 1, wisatawan mulai berdatangan. Baik dari arah Sukapura, Probolinggo maupun dari arah Tosari, Pasuruan. Banyak dari wisatawan harus menyambung kendaraan dengan ojek karena jip tertahan kemacetan. Dengan biaya Rp 100.000 persepeda motor, wisatawan dapat menghindari berjalan kaki dan keluar dari kemacetan untuk mengejar waktu.

Di lokasi, warga setempat tidak henti-hentinya  menawarkan peminjaman tikar maupun jaket bagi para wisatawan yang kedingingan. “Tikar pak bu, sepuluh ribu saja, biar tidak dingin,” ujar para warga. Sejumlah wisatawan menggunakan jasa tersebut namun banyak juga yang mengabaikan dengan tetap fokus melihat ufuk timur menunggu matahari menyembul.

Menhindari dingin. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Menatap sang fajar. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Abadikan kenangan. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Melihat momen matahari terbit telah lama menjadi tujuan utama wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Gunung Bromo. Walaupun mereka harus rela menyewa mobil jip dan didera dinginnya udara Bromo.

Selain Penanjakan 1, terdapat beberapa lokasi bagi wisatawan untuk melihat matahari terbit dan lokasinya lebih rendah yaitu Bukit Cinta dan Bukit Kingkong.  Biasanya lokasi-lokasi tersebut terpaksa dijangkau bagi wistawan yang telat tiba di Penanjakan 1. Di lokasi tersebut, selain lebih sempit juga tidak mendapatkan pemandangan yang lebih luas.

Rute wisatawan saat berkunjung biasanya dimulai dari melihat matahari terbit untuk kemudian menjelajah sejumlah titik di lautan pasir. 

Salah satu pengemudi Jip, Widi, mengungkapkan bahwa Gunung Bromo  yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ramai oleh wisatawan hampir setiap hari. “Saya sudah dua minggu ini melayani tamu terus. Ramai karena bertepatan dengan liburan sekolah,” ujar Widi.

Bagi Widi musim libur yang ditandai oleh banyaknya wistawan seperti ini menjadi berkah tersendiri. “ Setiap hari saya bisa menerima tamu hingga tiga kali. Itu istimewa sekali,” ujar Widi sambil mengendalikan jipnya yang sedang menuju lautan pasir.

Belakangan ini di kawasan TNBTS memasuki kemarau. Kondisi ini membuat pemandangan matahari terbit dapat terlihat jelas di banyak lokasi. Namun kemarau juga  menyebabkan kawasan di lautan pasir menjadi sangat berdebu sehingga bisa membuat pengunjung tidak nyaman. Saat jip berjalan bersamaan, pandangan sopirpun jadi berkurang oleh debu yang berterbangan.

Pemandangan Gunung Bromo yang indah telah lama memesona banyak orang, sehingga banyak yang memilih kembali berkunjung saat ada kesempatan. Di Gunung Bromo selain untuk mematut indahnya ciptaan Tuhan, menjadi tempat yang tepat untuk melepas penat keseharian, baik itu bersama keluarga maupun kolega.

Datanglah sesekali menjawab panggilan keindahannya jika belum pernah mengunjungi Bromo, rasakan sensasinya…

Baca JugaPiknik Asyik Tanpa Bikin Dompet Panik
Baca JugaNgibi, Napas Tradisi yang Tetap Hidup di Obi

 

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Mengenali Orang yang Diam-Diam Tidak Menyukai Kamu
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Luthfi Ingin Tutup BUMD Pemprov Jateng yang Terus Rugi, PT PRPP Dibidik
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Curhat Terakhir Dokter Icha ke Ibu: Saya Capai, Saya Sudah Bekerja Sesuai SOP
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Amazon hingga Manchester United Disebut Berminat Beli Kredit Karbon Indonesia
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Komunitas Ojol Beri Bunga ke Polisi di Jakpus Saat Hari Bhayangkara Ke-80
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.