REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengatakan akan menutup badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemprov Jateng yang terus mengalami kerugian. Salah satu BUMD yang dibidik adalah PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah.
Luthfi mengatakan, fungsi BUMD seharusnya menambah pemasukan bagi pemerintah daerah. "BUMD kita yang rugi sudah saya ancam untuk gulung tikar. Karena apa? Untuk apa kita melihara BUMD kalau tidak menghasilkan," ujarnya saat berbicara dalam sidang paripurna di Kantor DPRD Jateng, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga
Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Pengasuh Ponpes di Grobogan Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati, Sempat Cekoki Korban dengan Miras
Pelemahan Rupiah Kerek Ongkos Produksi, BI Jateng: Pelaku Usaha Masih Optimis
Dia kemudian secara khusus menyorot kinerja PT PRPP. "Contoh misalkan PRPP, rugi terus. Lah opo rugi nduwe perusahaan? Tutup saja, bikin perusahaan lain," ucapnya. Kendati demikian, Luthfi mengakui melakukan penutupan BUMD tidak sederhana. "Kendalanya peraturannya yang susah. Lah ini yang menjadi kewajiban kita agar seluruh aspek keuangan, operasional, administrasi, tata kelola BUMD kita harus sehat. Untuk apa? Menopang pemasukan APBD Provinsi Jawa Tengah," kata Luthfi. .rec-desc {padding: 7px !important;} Ketika diwawancara seusai rapat paripurna, Luthfi mengatakan, sejauh ini hanya satu BUMD milik Pemprov Jateng yang terus mengalami kerugian, yakni PT PRPP. "Sejak saya masuk (menjabat Gubernur) sudah rugi," ujarnya ketika ditanya sudah berapa lama PT PRPP mengalami kerugian. Namun ketika ditanya apakah PT PRPP bakal ditutup, Luthfi menyebut saat ini Pemprov Jateng masih berusaha mempertahankan perusahaan tersebut. "Kita lagi upaya untuk kita sehatkan kembali dengan cara tata kelola, bikin event, kemudian kita bangun sportscenter di sana," ucapnya.