PERU, DISWAY.ID - Pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi gambut tropis melalui pengembangan International Tropical Peatlands Center (ITPC) serta berbagi praktik terbaik tata kelola gambut pada hari kedua Technical Level 4th Meeting of the Partners of the Global Peatlands Initiative (GPI) di Lima, Peru, Rabu, 1 Juli 2026.
Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk menegaskan pentingnya kerja sama antarnegara pemilik gambut tropis, terutama dalam memperkuat basis pengetahuan, pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas, serta penerapan kebijakan pengelolaan gambut yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Pelatihan ala Militer bagi Manajer Koperasi Merah Putih Dinilai Penting, Wamenhan Ungkap Alasannya
Agus Justianto dalam paparannya bertajuk Transforming Perceptions: The Role of ITPC in Sustainable Tropical Peatland Forest menyampaikan bahwa ITPC memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan, riset, dan kolaborasi internasional dalam mendukung konservasi serta pengelolaan hutan gambut tropis secara berkelanjutan.
“ITPC perlu menjadi ruang bersama bagi pembuat kebijakan, praktisi, peneliti, dan masyarakat untuk mengakses informasi yang kredibel, sahih, dan dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan,” ujar Agus.
Ia menjelaskan bahwa ITPC tidak hanya berfungsi sebagai pusat riset gambut tropis, tetapi juga sebagai platform untuk mempertemukan pengetahuan ilmiah, pengalaman lapangan, praktik terbaik, serta kebutuhan kebijakan di negara-negara pemilik ekosistem gambut tropis.
Menurut Agus, pengelolaan gambut tropis membutuhkan kerja sama yang kuat karena tantangan yang dihadapi tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.
BACA JUGA:Sentimen BBM Turun Dorong IHSG Berpotensi Tembus 5.700
Melalui ITPC, negara-negara pemilik gambut tropis dapat memperkuat kerja sama Selatan-Selatan, membangun jejaring pakar, memperluas pertukaran data, serta meningkatkan kapasitas teknis dalam pengelolaan gambut.
“Kerja sama antarnegara menjadi kunci. Melalui ITPC, pengalaman Indonesia dan negara-negara gambut tropis lainnya dapat menjadi pembelajaran bersama untuk mempercepat konservasi dan pengelolaan gambut secara berkelanjutan,” katanya.
Agus menambahkan, ke depan ITPC diarahkan untuk memperkuat program nasional dan internasional, termasuk lokakarya, peningkatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, pelibatan kebijakan, studi komparatif, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat global, regional, dan nasional.
Dalam sesi lainnya, Bambang Supriyanto memaparkan laporan nasional Indonesia mengenai praktik terbaik pengelolaan gambut, termasuk transformasi kebijakan, penguatan kelembagaan, restorasi, pemanfaatan berkelanjutan, serta pelibatan masyarakat dalam tata kelola gambut.
BACA JUGA:AI for Life Jadi Sorotan Lustrum IX BINUS University, Dorong AI Etis untuk Pendidikan hingga Industri
Bambang menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kawasan hidrologis gambut seluas 24,67 juta hektare.
Dari jumlah tersebut, 16,36 juta hektare berada di dalam kawasan hutan yang menjadi kewenangan Kementerian Kehutanan, sementara 8,31 juta hektare berada di luar kawasan hutan yang menjadi kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup.
- 1
- 2
- »





