Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional Spanyol Luis de la Fuente mengatakan bahwa tekanan yang dibebankan kepada La Furia Roja di Piala Dunia 2026 justru membuat timnya terus berkembang.
Hal ini dikatakan De la Fuente menjelang laga babak 32 besar melawan tim nasional Austria di Stadion Inglewood, California, Amerika Serikat, besok Jumat (3/7) WIB.
"Kami terus berkembang di bawah tekanan. Saya suka ketika ekspektasi yang tinggi dibebankan kepada kami," kata pelatih 65 tahun itu, dikutip dari laman resmi FIFA, Kamis.
"Sekarang tugas kami adalah memenuhi ekspektasi itu. Jelas, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Kami harus memenangkan pertandingan berikutnya," ujar dia menambahkan.
Spanyol, yang datang di Piala Dunia 2026 sebagai juara Piala Eropa 2024, mengawali turnamen besar ini dengan mengejutkan setelah hanya meraih hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde.
Setelah hasil mengecewakan itu, Spanyol bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi secara meyakinkan dengan skor 4-0, sebelum kemudian menundukkan Uruguay pada laga terakhir fase grup dengan skor 1-0.
"Ini adalah sebuah proses, perjalanan yang memang harus kami lalui," kata De la Fuente.
Baca juga: Spanyol vs Austria: Usaha La Roja memupus hasil buruk di masa lalu
Baca juga: Rangnick tegaskan Austria tak gentar hadapi Spanyol
Mengenai kekuatan Austria, De la Fuente menilai tim asuhan Ralf Rangnick itu memiliki identitas yang semakin kuat. Mereka adalah tim yang disiplin, juga mempunyai kekuatan dalam duel fisik dan duel udara.
Ciri khas Austria-nya Rangnick, kata De la Fuente, adalah pressing tinggi yang mereka terapkan.
"Sekarang mereka menekan lebih tinggi, melakukan pressing dengan intensitas yang lebih besar. Mereka memiliki pemain yang cocok untuk melakukannya dan berhasil menemukan gaya bermain yang sangat sesuai dengan karakter mereka," ucap De la Fuente.
Ini adalah pertemuan kedua Spanyol dengan Austria di Piala Dunia, setelah yang pertama terjadi pada babak grup edisi 1978. Ketika itu, Austria keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.
Pemenang laga ini akan bertemu dengan pemenang laga antara Portugal melawan Kroasia pada babak 16 besar yang digelar di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Selasa (7/7) pukul 02.00 WIB.
Baca juga: Thomas Tuchel ungkap kunci kemenangan Inggris atas RD Kongo
Baca juga: Portugal vs Kroasia: Akhir perjalanan Modric atau Ronaldo?
Hal ini dikatakan De la Fuente menjelang laga babak 32 besar melawan tim nasional Austria di Stadion Inglewood, California, Amerika Serikat, besok Jumat (3/7) WIB.
"Kami terus berkembang di bawah tekanan. Saya suka ketika ekspektasi yang tinggi dibebankan kepada kami," kata pelatih 65 tahun itu, dikutip dari laman resmi FIFA, Kamis.
"Sekarang tugas kami adalah memenuhi ekspektasi itu. Jelas, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Kami harus memenangkan pertandingan berikutnya," ujar dia menambahkan.
Spanyol, yang datang di Piala Dunia 2026 sebagai juara Piala Eropa 2024, mengawali turnamen besar ini dengan mengejutkan setelah hanya meraih hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde.
Setelah hasil mengecewakan itu, Spanyol bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi secara meyakinkan dengan skor 4-0, sebelum kemudian menundukkan Uruguay pada laga terakhir fase grup dengan skor 1-0.
"Ini adalah sebuah proses, perjalanan yang memang harus kami lalui," kata De la Fuente.
Baca juga: Spanyol vs Austria: Usaha La Roja memupus hasil buruk di masa lalu
Baca juga: Rangnick tegaskan Austria tak gentar hadapi Spanyol
Mengenai kekuatan Austria, De la Fuente menilai tim asuhan Ralf Rangnick itu memiliki identitas yang semakin kuat. Mereka adalah tim yang disiplin, juga mempunyai kekuatan dalam duel fisik dan duel udara.
Ciri khas Austria-nya Rangnick, kata De la Fuente, adalah pressing tinggi yang mereka terapkan.
"Sekarang mereka menekan lebih tinggi, melakukan pressing dengan intensitas yang lebih besar. Mereka memiliki pemain yang cocok untuk melakukannya dan berhasil menemukan gaya bermain yang sangat sesuai dengan karakter mereka," ucap De la Fuente.
Ini adalah pertemuan kedua Spanyol dengan Austria di Piala Dunia, setelah yang pertama terjadi pada babak grup edisi 1978. Ketika itu, Austria keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.
Pemenang laga ini akan bertemu dengan pemenang laga antara Portugal melawan Kroasia pada babak 16 besar yang digelar di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Selasa (7/7) pukul 02.00 WIB.
Baca juga: Thomas Tuchel ungkap kunci kemenangan Inggris atas RD Kongo
Baca juga: Portugal vs Kroasia: Akhir perjalanan Modric atau Ronaldo?




