Bisnis.com, JAKARTA — Emiten makanan olahan kakao PT Wahana Interfood Tbk. (COCO) akan menggelar aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Berdasarkan prospektus, COCO akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD III) sebanyak-banyaknya 10,67 miliar saham baru atas nama. Porsi itu setara dengan 75% modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PMHMETD III.
Nilai nominal ditetapkan Rp100 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp120. Apabila terserap sepenuhnya, COCO akan mengantongi dana segar sebanyak-banyaknya Rp1,28 triliun.
Manajemen COCO menyebutkan induk perseroan yaitu Mahogany Global Investment Pte. Ltd. akan melaksanakan seluruh hak yang dimilikinya dalam PMHMETD III ini.
"Mahogany Global Investment Pte. Ltd. adalah Pemegang Saham Utama Perseroan sekaligus Pemegang Saham Pengendali Perseroan yang memiliki 51,32% atau sebesar 1,82 miliar saham dalam Perseroan dan memiliki hak untuk memperoleh 5,48 miliar saham," tulis manajemen COCO, dikutip Kamis (2/7/2026).
Bersamaan dengan PMHMETD III, COCO juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 355,94 juta waran seri I atau 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka PMHMETD III.
Adapun, untuk setiap 30 saham baru hasil pelaksanaan HMETD melekat 1 waran Seri I bagi pemegang HMETD yang melaksanakan haknya.
Setiap pemegang 1 waran Seri I berhak membeli 1 saham COCO dengan harga pelaksanaan waran Seri I Rp800 per saham. Alhasil, dana hasil pelaksanaan Waran Seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp284,75 miliar.
Manajemen COCO menjelaskan seluruh dana yang diperoleh lewat rights issue setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan Rp1,17 triliun untuk ekspansi dan investasi usaha dengan mengakuisisi PT Sari Murni Abadi (PT SMA).
Sisanya akan digunakan untuk kebutuhan COCO yang meliputi modal kerja operasional, seperti pembelian bahan baku, bahan kemas, biaya riset dan pengembangan, serta biaya pemasaran dan ekspansi pasar.
Sedangkan dana hasil pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan untuk modal kerja dan biaya operasional perseroan, yang meliputi biaya bahan baku dan pembelian kepada supplier, biaya pemasaran, biaya pengembangan produk, dan biaya operasional lainnya yang diperlukan seperti biaya logistik dan distribusi, biaya operasional kantor, digitalisasi operasional, serta kebutuhan operasional pendukung lainnya.
Lebih lanjut, setiap pemegang 1 lembar saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada penutupan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia tanggal 10 Juli 2026 berhak atas 3 HMETD.
Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.
HMETD ini diperdagangkan di PT Bursa Efek Indonesia dan dilaksanakan selama 5 hari kerja mulai tanggal 14 Juli 2026 sampai dengan tanggal 21 Juli 2026.
Adapun, bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi ini adalah Mahogany Global
Investment Pte. Ltd.
Perlu diingat apabila para pemegang saham tidak membeli saham dalam rights issue ini, maka akan terjadi dilusi kepemilikan material sebesar 75% setelah HMETD dilaksanakan dan maksimum 75,61% setelah pelaksanaan HMETD dan waran seri I seluruhnya dilaksanakan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





