JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aparat penegak hukum memberantas praktik judi online di Jakarta setelah ibu kota masuk dalam daftar daerah dengan jumlah pemain judi online terbanyak berdasarkan data yang dirilis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Menurut Pramono, tingginya jumlah penduduk di Jakarta menjadi salah satu faktor yang membuat ibu kota masuk dalam daftar tersebut.
Selain itu, daya beli masyarakat yang relatif tinggi juga dinilai membuat sebagian warga tergiur mencoba peruntungan melalui judi online.
Baca juga: 11 Rusun Bakal Dibangun, Pramono: Pengantin Muda Bisa Punya Rumah di Jakarta
"Karena memang Jakarta ini kan dengan penduduk yang cukup besar dan rata-rata warganya secara purchasing power itu punya kemampuan, walaupun kemudian orang berspekulasi dengan judi online," kata Pramono saat ditemui di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).
Meski demikian, Pramono menegaskan praktik judi online harus diberantas.
Ia pun menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat penegak hukum untuk menindak para pelaku.
Baca juga: Pramono Janji Tuntaskan Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu yang Mangkrak 7 Era Gubernur DKI
"Saya berharap pemerintah, dalam hal ini aparat penegak hukum, memberantas judi online di Jakarta sekeras-kerasnya. Saya memberikan dukungan sepenuhnya," ujar Pramono.
Sebelumnya, PPATK mengungkapkan 10 wilayah di Indonesia dengan jumlah pemain judi online terbanyak pada 2025. Dari daftar tersebut, empat wilayah berada di DKI Jakarta, empat wilayah di Jawa Barat, dan dua wilayah di Banten.
Pada tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Indonesia.
Baca juga: Pelintasan Sebidang Akan Ditutup, Pramono Yakin Flyover Latumenten Jakbar Urai Kemacetan
Sementara itu, pemetaan hingga tingkat kecamatan menunjukkan empat dari lima kecamatan dengan jumlah pemain judi online terbanyak berada di Jakarta.
"Pemetaan hingga tingkat kecamatan menunjukkan adanya titik-titik dengan konsentrasi pemain judi online yang jauh lebih tinggi dibanding rata-rata wilayahnya," ujar PPATK melalui media sosialnya.
Adapun Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menempati peringkat pertama dengan 21.497 pemain. Posisi berikutnya diisi Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dengan 14.664 pemain, disusul Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebanyak 13.769 pemain, serta Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dengan 9.948 pemain.
Baca juga: Polemik Jembatan Cinta Pramono: Biar Estetik, tapi Dianggap Gimik
Sementara itu, Kecamatan Bekasi Utara berada di posisi kelima dengan 7.793 pemain.
"Ini menunjukkan bahwa judi online bukan lagi fenomena yang jauh atau abstrak. Ia sudah hadir di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga komunitas sekitar kita," jelas PPATK.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




