Bank Jateng Gelar Business Dinner, Hadirkan Investor dan Pelaku Usaha

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menggelar kegiatan Business Dinner Gubernur Jawa Tengah dengan Stakeholders Perekonomian se-Jawa Tengah yang dihadiri oleh sejumlah investor dan pelaku usaha di Jateng.

Forum yang diselenggarakan di Semarang pada Selasa (30/6/2026) tersebut dinilai sebagai ajang strategis mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, asosiasi bisnis, dan sektor perbankan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Sebanyak 105 investor dari berbagai kawasan industri, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai negara, di antaranya Jepang, Korea Selatan, China, dan India.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi komitmen para investor yang tetap menanamkan modal di Jawa Tengah di tengah tantangan geopolitik global dan keterbatasan fiskal. Menurutnya, komunikasi yang intensif antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci agar Jawa Tengah tetap menjadi tujuan investasi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para investor yang tetap memberikan kepercayaan kepada Jawa Tengah. Daerah ini harus menjadi provinsi yang ramah investasi, khususnya bagi industri padat karya tanpa menutup peluang bagi industri padat modal," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (2/7/2026).

Gubernur juga menegaskan pentingnya peran Bank Jateng sebagai bank milik pemerintah daerah dalam mendukung ekosistem investasi. Menurutnya, apabila aktivitas investasi memanfaatkan layanan Bank Jateng, maka perputaran dana akan lebih banyak terjadi di dalam daerah sehingga mampu menciptakan sirkulasi keuangan baru yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan forum tersebut sengaja dirancang untuk memperkenalkan kapasitas Bank Jateng kepada perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Jawa Tengah, termasuk investor asing.

"Banyak yang belum mengetahui bahwa Bank Jateng merupakan bank devisa yang mampu melayani transaksi dalam berbagai mata uang asing seperti dolar Amerika Serikat, yen Jepang, ringgit Malaysia, yuan China, hingga won Korea," katanya.

Bambang mengatakan, pihaknya siap melakukan customize service sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan. Karena setiap perusahaan memiliki karakteristik layanan yang berbeda, ia menyatakan, Bank Jateng siap memberikan solusi yang paling sesuai.

Ia menambahkan, selama ini sebagian besar transaksi keuangan perusahaan besar di Jawa Tengah masih dikelola oleh perbankan di luar Bank Pembangunan Daerah. Padahal, menurutnya, apabila transaksi tersebut dapat dikelola Bank Jateng, maka sirkulasi dana akan bertahan lebih lama di Jawa Tengah dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar. 

Bank Jateng juga terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui pertumbuhan kinerja yang konsisten. Menurut Bambang, hingga akhir 2025, total aset Bank Jateng mencapai Rp100,06 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Rp30,70 triliun pada 2013. Sementara laba usaha tercatat mencapai Rp1,42 triliun.

Dari sisi layanan, Bank Jateng kini didukung oleh 44 kantor cabang, 150 kantor cabang pembantu, 416 kantor fungsional dan payment point, serta 834 ATM. Transformasi digital juga terus dilakukan melalui layanan mobile banking, internet banking, EDC, hingga Cash Management System (CMS) untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat maupun dunia usaha.

Di sektor pembiayaan, Bank Jateng menjadi salah satu penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia. Sejak mulai menyalurkan KUR pada 2013 hingga Mei 2026, total kredit yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp29,7 triliun. Sementara kuota penyaluran KUR tahun 2026 mencapai Rp7 triliun, yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari satu juta pelaku usaha dari berbagai segmen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BKPM sebut investor Australia berencana bangun fasilitas pCAM di RI
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Pegawai Bank Terlibat Persekongkolan Kredit Fiktif Rp90 Miliar
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Kemhan Pangkas Waktu Pelatihan 'Bela Negara' Calon Manajer Kopdes Jadi Dua Minggu
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Harga Gas LNG untuk Industri Dipangkas Jadi US$13, Ini Kata Pertamina
• 49 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
700 Delegasi dari 19 Negara Berkumpul di Bangkok Ikut Simulasi Sidang PBB, Anak Muda Indonesia Jadi Sorotan
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.