WBA hapus kelas bridger untuk perkuat persaingan level kelas berat

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - World Boxing Association (WBA) memutuskan menghapus kelas bridger (90,7– 101,6kg) sebagai langkah memperkuat persaingan di semua level kelas berat.

"Keputusan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan WBA untuk merampingkan struktur kejuaraan dan memperkuat persaingan di semua kelas berat," demikian pernyataan WBA dalam laman resmi yang dipantau di Jakarta, Kamis.

WBA telah mengkomunikasikan langsung kepada juara bertahan sebelum mengumumkan secara resmi kepada publik. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai 30 Juni 2026.

Pemegang juara bertahan di divisi tersebut yaitu Muslim Gadzhimagomedov dan juara sementara (interm) Vartan Arutyunyan telah diberitahu bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam peringkat WBA di kelas berat masing-masing.

Baca juga: WBA perintahkan juara kelas bridger Gadzhimagomedov lawan La Cruz

Gadzhimagomedov asal Dagestan, Rusia, akan berada di peringkat kelas penjelajah atau cruiserweight (90,7 kg), sedangkan Arutyunyan yang juga berasal dari Rusia pindah ke kelas berat atau heavyweight (90,7 kg ke atas).

WBA menyatakan tetap berkomitmen untuk membangun struktur kejuaraan sekuat mungkin untuk tinju modern sambil terus meningkatkan tingkat persaingan olahraga secara keseluruhan di seluruh dunia.

Kelas bridger merupakan kelas tinju WBA adalah kelas yang berada di antara kelas penjelajah dan kelas berat. Kelas tersebut diperkenalkan secara resmi oleh WBA sejak 1 Desember 2023.

Baca juga: WBA umumkan Antonio Vargas jadi juara dunia kelas bantam

Dalam perjalanannya, kelas bridger menimbulkan kontroversial di dunia tinju karena banyak pihak menilai divisi itu tidak benar-benar dibutuhkan dan justru menambah kebingungan struktur kelas berat.

Kehadiran kelas itu juga dinilai membingungkan sistem kelas tinju karena sebelum kelas bridger, sudah ada kelas berat, kelas penjelajah, dan kelas berat ringan, sehingga secara struktur menjadi jadi lebih rumit yang membuat penggemar sulit memahami perbedaan kelas.

Selain itu, kelas bridger juga kurang diakui semua badan tinju. Meskipun didukung penuh World Boxing Council (WBA), namun International Boxing Federation (IBF) dan World Boxing Organization (WBO) tidak fokus pada kelas tersebut. Jumlah petarung di kelas tersebut juga tersebut karena banyak petinju tetap memilih naik ke berat atau turun ke kelas penjelalah.

Baca juga: Rebut juara dunia, Ennis dan Rodriguez dapat penghargaan WBA

Baca juga: Mayer dan Cameron naik ring untuk penyatuan tiga sabuk juara dunia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ambon genjot pengembangan kota cerdas berbasis data dan AI
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Sri Lanka akan salurkan pemuda pascarehabilitasi narkoba ke swasta
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Menguat 0,92% ke 5.695, Saham Industri Dasar MBMA, BRPT, INCO Berpesta
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Doktif Hadir di Pengadilan Negeri Tangerang, Ingin Kawal Langsung Sidang Kasus yang Menjerat Richard Lee
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Akademisi Gugat Pengangkatan Adies Kadir sebagai Hakim MK ke PTUN, Nilai Proses Seleksi Tak Transparan
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.