JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah mempercepat Kawasan Strategis Ketahanan Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Provinsi Kalimantan Tengah.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan, percepatan pembangunan kawasan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025.
BACA JUGA:Perbaikan Jembatan Enang-Enang di Aceh yang Terhempas Bencana Banjir Dikebut, Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
"Bahwa hari ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 kepada kita semua untuk menyiapkan Kawasan Strategis Ketahanan Pangan, Energi, dan Air. Kita pada posisi di Kalimantan Tengah," katanya usai Rapat Koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Dia mengatakan, proyek ini sudah berjalan cukup lama. Diamana, secara teknis sebenarnya ada tiga fase yang telah berjalan dan hampir semuanya belum membuahkan hasil yang memuaskan.
"Mulai tahun 95, kemudian tahun 99, 2020, dan hari ini. Sehingga kita bersama seluruh jajaran dari kementerian terkait, Kemenko IPK, Kementerian Pertanian, Kementerian ini dari semua kita, termasuk dari Kejaksaan Agung menyiapkan langkah-langkah dalam rangka percepatan pembangunan KSPEAN di Kalimantan Tengah,"ujarnya.
BACA JUGA:Kemenhut Tegaskan Komitmen Tata Kelola Transparan di Tengah Penyidikan KPK
Mantan Menteri Lingkungan Hidup ini menjelaskan, pada konsep ini akan mendahulukan, akan fokus pada area di luar kawasan hutan yang telah tersedia kajiannya pada tahun 2020 baik oleh Bappenas maupun dari kementerian yang lain.
"Jadi langkah itu kita pastikan untuk bisa dilakukan dengan detail, termasuk melengkapinya dengan manajemen risiko pembangunan nasional," jelasnya.
Sehingga, lanjut Dia, pembangunan KSPEAN ini tidak hanya di Papua Selatan, tetapi meliputi empat provinsi penting.
"Apa yang dicita-citakan dalam Nawa Cita Bapak Presiden untuk membangun ketahanan pangan kita memang harus benar-benar serius kita bangun pada kondisi yang seperti ini," ucapnya.
BACA JUGA:Flyover Latumenten Digadang-Gadang Mampu Urai Kemacetan Kronis di Grogol
Adapun program ini meliputi wilayah yang dulu merupakan daerah lahan sejuta hektar ya, bekas proyek lahan gambut yang ada di Kalimantan Tengah di beberapa kabupaten.
"Tapi kita akan fokus kepada enam kabupaten utama sebagai penyumbang yang mempunyai potensi untuk dibangunnya KSPEAN ini," pungkasnya.
Ia menambahkan, target tahun Ini sudah mulai, tetapi perlu dikoordinasikan lebih intensif.
- 1
- 2
- »





