JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan data prakiraan cuaca penerbangan mengenai sebaran potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia.
Informasi cuaca berkala ini berlaku untuk periode satu pekan ke depan, terhitung mulai 3 Juli hingga 9 Juli 2026.
Produk data cuaca penerbangan ini disusun berdasarkan pemodelan cuaca numerik untuk memetakan cakupan spasial pertumbuhan awan Cumulonimbus di ruang udara nasional.
Data ini dikeluarkan secara berkala sebagai panduan resmi guna mendukung keselamatan operasional transportasi udara.
Baca Juga: Prakiraan BMKG Potensi Awan Cumulonimbus 2-8 Juli 2026: Tiga Perairan RI Masuk Kategori Tinggi
Dalam rilis resminya, BMKG membagi persentase cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus ke dalam tiga kategori utama yang divisualisasikan melalui indikator warna biru muda, ungu, dan hijau.
Ketiga kategori tersebut meliputi Isolated CB (ISOL) untuk cakupan area kurang dari 50 persen, Occasional CB (OCNL) dengan rentang cakupan area berkisar antara 50 hingga 75 persen, serta Frequent CB (FRQ) yang menandakan persentase cakupan spasial tertinggi, yaitu melebihi 75 persen.
Berdasarkan hasil analisis data atmosfer terbaru untuk periode 3 hingga 9 Juli 2026, BMKG memprediksi terdapat satu wilayah perairan samudra yang masuk dalam kategori Frequent (FRQ) atau memiliki kepadatan cakupan spasial di atas 75 persen, yaitu:
- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
Sementara itu, untuk kategori Occasional (OCNL) dengan potensi rentang cakupan spasial maksimum antara 50 hingga 75 persen, sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus diprediksi berpotensi terjadi di sejumlah titik daratan, perairan laut, selat, hingga samudra.
Baca Juga: Bediding Mulai Terasa di Jawa Timur, Ini Wilayah Paling Dingin Menurut BMKG
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca
- potensi awan Cb
- keselamatan penerbangan
- perairan Mentawai





