Katingan, ERANASIONAL.COM – Operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Kamis (2/7) dini hari, berakhir tragis.
Seorang anggota kepolisian gugur dalam tugas, dua personel lainnya masih dinyatakan hilang, sementara seorang warga sipil turut meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Harono membenarkan adanya korban jiwa dalam operasi yang dilakukan oleh Satresnarkoba Polres Katingan.
Saat ini, proses pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan masih berlangsung dengan dukungan personel Brimob Polda Kalimantan Tengah.
“Benar, satu anggota meninggal dunia dan saat ini sudah dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya. Dua anggota lainnya masih dalam pencarian. Kami juga mendapat dukungan dari Brimob Polda Kalteng. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” kata Dodik saat dikonfirmasi, Kamis (2/7).
Berawal dari Laporan WargaOperasi tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai dugaan maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.
Polisi mengincar dua terduga pelaku, yakni pria berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika, serta rekannya berinisial BUSU.
Tim Satresnarkoba yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Katingan berangkat menuju lokasi pada Rabu (1/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Mereka tiba di desa sasaran sekitar pukul 00.30 WIB dan kemudian membagi personel ke dalam dua kelompok, yaitu tim penindakan yang bergerak menuju rumah target serta tim pendukung yang berjaga di sekitar lokasi.
Saat proses penggerebekan berlangsung, petugas berhasil mengamankan BIO. Namun situasi berubah ketika keluarga dan kerabat target melakukan perlawanan terhadap aparat.
Bentrokan Picu Korban JiwaDi tengah situasi yang semakin memanas, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan.
Karena perlawanan terus berlanjut dan dinilai membahayakan keselamatan petugas, aparat kemudian melakukan tindakan tegas terukur yang mengakibatkan seorang warga bernama Teriyo (40) meninggal dunia.
Kematian warga tersebut memicu kemarahan massa. Sejumlah warga kemudian berdatangan dan mengepung petugas dengan membawa berbagai senjata, mulai dari senjata tajam, balok kayu, hingga senjata api rakitan.
Menghadapi jumlah massa yang jauh lebih besar, tim penindakan memutuskan mundur sembari meminta bantuan personel tambahan.
Polisi Terjun ke Sungai Selamatkan DiriDalam upaya menghindari amukan massa, beberapa anggota kepolisian terpaksa melompat ke sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil yang berada di tengah aliran sungai.
Sementara itu, tim pendukung yang menggunakan kendaraan sempat mendapat hadangan dari warga di jalur keluar desa.
Meski demikian, mereka berhasil lolos dan tiba dengan selamat di Polsek Katingan Tengah.
Personel yang bertahan di pulau kecil kemudian kembali berusaha menyeberangi sungai karena posisi mereka terus dikepung massa dan diduga mendapat ancaman tembakan dari daratan.
Di tengah upaya penyelamatan diri tersebut, tiga anggota mengalami kesulitan akibat kelelahan saat berenang.
Satu personel dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua anggota lainnya hingga kini masih belum ditemukan.
Adapun lima anggota lain berhasil mencapai tepi sungai dan menyelamatkan diri dengan berlindung di kawasan hutan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Pencarian Masih BerlangsungHingga Kamis siang, tim gabungan Polri masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mencari dua anggota yang hilang.
Pengamanan di Desa Tumbang Kalemei juga diperketat guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan lanjutan.
Sementara itu, jenazah anggota Polri yang gugur maupun warga sipil yang meninggal dunia telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. []





