JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membolehkan peserta pembekalan bela negara dan manajerial calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menggunakan telepon seluler.
Sebagai informasi, Kemenhan mengganti program latihan dasar militer (latsarmil) calon manajer KDKMP dan KNMP menjadi pembekalan bela negara dan manajerial setelah lima peserta meninggal dunia.
“Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis peserta serta aspirasi dari keluarga, penyelenggara juga memberikan kebijakan penggunaan telepon genggam pada waktu-waktu yang telah ditentukan,” jelas Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Rabu (1/7/2026), dalam rekaman video.
Selain dibolehkan menggunakan ponsel, para peserta juga diizinkan menerima kiriman barang dari keluarga.
Baca Juga: Kemhan Pastikan Tak Ada Lagi Latihan Menembak dan Taktik Regu Senapan untuk Calon Manajer Kopdes
“Peserta juga diberikan kesempatan untuk menerima kiriman barang dari keluarga sesuai mekanisme yang diatur masing-masing satuan pendidikan,” tambahnya.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari penyelenggara kegiatan kepada para peserta.
“Telepon genggam diharapkan digunakan untuk menjaga komunikasi positif dengan keluarga, memberi kabar yang baik, serta memperkuat semangat peserta selama mengikuti pembekalan,” tegas Rico.
“Sedangkan kiriman barang untuk menjaga moril peserta tanpa menimbulkan kesenjangan bagi peserta lainnya,” tambah dia.
Ia juga mengimbau para peserta yang mengalami kendala selama pembekalan, menyampaikan keluhannya melalui jalur yang disediakan, yakni pelatih, pengasuh, tenaga kesehatan, maupun pimpinan satuan pendidikan.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- kemenhan
- bela negara dan manajerial
- calon manajer kdkmp
- koperasi desa merah putih
- pembekalan bela negara
- latsarmil





