Jelang Diluncurkan oleh Prabowo, Pertamina Ungkap Kondisi Infrastruktur Penyaluran B50

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menyatakan, infrastruktur Pertamina siap menyalurkan bahan bakar nabati (BBN) biodiesel 50 alias B50, jelang peluncuran oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkannya di sela acara 'Kick Off dan Coaching Clinic Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026', yang digelar di Jakarta.

Baca Juga :
Pertamax Tidak Turun Meski Harga BBM Non-subsidi Dipangkas, Pertamina Ungkap Alasannya
Puan Bantah Anggapan PDIP Abu-abu: Enggak Kok, Kita Jelas

“Untuk B50, kami dari Pertamina secara infrastruktur siap untuk menyalurkannya," kata Baron, Kamis, 2 Juli 2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron
Photo :
  • Antara

Dia menyampaikan, infrastruktur Pertamina yang paling siap dalam melaksanakan program B50 berada di Pulau Jawa. “Semua kesiapan sebenarnya di Pulau Jawa terutama yang paling siap,” ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan B50, Baron mengatakan saat ini Pertamina masih berkoordinasi dengan pemerintah untuk pelaksanaannya. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan untuk meluncurkan program B50 pada awal Juli 2026.

Kemudian, dalam proses penyalurannya, Baron menyampaikan bahwa Pertamina diberikan waktu tiga bulan pada masa transisi untuk melakukan perubahan dari B40 ke B50.

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak Solar Sebesar 50 persen, terdapat masa transisi bagi badan usaha bahan bakar minyak yang masih memiliki persediaan bahan bakar nabati jenis biodiesel untuk pencampuran sebesar 40 persen atau B40.

Badan usaha yang masih memiliki persediaan B40 diberi kesempatan untuk menyalurkan bahan bakar tersebut sampai dengan tanggal 30 September 2026, sesuai dengan standar dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan seluruh sektor siap menerapkan kebijakan wajib B50 menjelang peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung bulan Juli 2026.

Jika B50 telah berlaku, Presiden yakin ada banyak penghematan.

"Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita," ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, kemandirian energi dan ketahanan energi mutlak dibutuhkan oleh rakyat Indonesia mengingat dampak yang dapat dialami masyarakat manakala gejolak terjadi di negara-negara penghasil minyak ataupun rute-rute distribusi minyak sebagaimana yang saat ini terjadi di Selat Hormuz. (Ant).

Baca Juga :
Diiringi Tari Enggang, Prabowo Sambut Hangat Presiden Belarus di Istana Merdeka
Prabowo Bakal Terima Kunjungan Presiden Belarus Hari Ini
Dony Oskaria Turun Tangan, Himbara Dikerahkan Selamatkan Restrukturisasi Dua BUMN Karya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Kudus Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Andre Rosiade Berangkatkan Buk Ema Umrah usai Viral Doakan Jemaah Haji
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia-Malaysia Perkuat Pembangunan Ekonomi Daerah Perbatasan
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Didampingi 25 Advokat, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana di PN Jaktim
• 8 jam lalueranasional.com
thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 2 Juli 2026, Cek 5 Lokasi Terdekat
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.