HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Banyak pemain pensiun ketika usia memasuki kepala empat. Cristiano Ronaldo dan Luka Modric justru memimpin negaranya di Piala Dunia 2026. Duel Portugal melawan Kroasia pun menghadirkan pertarungan dua legenda hidup sepak bola.
Pertandingan Portugal kontra Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Toronto bukan hanya menyajikan duel dua tim kuat Eropa. Laga ini juga mempertemukan dua kapten yang telah mengukir sejarah panjang di sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric.
Menjelang pertandingan tersebut, pelatih Portugal Roberto Martinez memberikan penghormatan tinggi kepada kedua pemain. Menurutnya, usia hanyalah angka. Ronaldo maupun Modric telah melampaui segala bentuk penilaian yang hanya didasarkan pada usia ataupun opini publik.
Martinez menilai konsistensi keduanya tampil di level tertinggi menjadi bukti bahwa kualitas dan profesionalisme mampu mengalahkan batasan usia. “Kami sedang berbicara tentang pemain-pemain yang berada di atas opini publik. Mereka adalah ikon dunia,” ujar Martinez seperti dilansir Goal International, Kamis (2/7/2026).
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan perjalanan karier Ronaldo dan Modric menjadi sesuatu yang istimewa karena keduanya masih mampu menjadi pemain penting bagi tim nasional masing-masing meski telah memasuki usia lebih dari 40 tahun.
“Karier panjang yang mereka miliki membuat mereka begitu istimewa. Luka Modric yang sudah berusia lebih dari 40 tahun masih terus memainkan banyak pertandingan. Hal yang sama juga berlaku untuk kapten kami, Cristiano Ronaldo,” lanjutnya.
Menurut Martinez, pembahasan mengenai usia kedua pemain seharusnya tidak lagi menjadi fokus. Yang jauh lebih penting adalah dampak yang mereka berikan di lapangan maupun di ruang ganti.
“Usia hanyalah angka. Yang terpenting adalah apa yang mereka lakukan dan betapa pentingnya mereka sebagai teladan di ruang ganti,” katanya.
Ia juga secara khusus memuji Modric sebagai sosok inspiratif bagi atlet muda di seluruh dunia. “Modric adalah contoh bagi jutaan atlet dan generasi baru pesepak bola,” sambung Martinez.
Ronaldo dan Modric bukanlah sosok asing satu sama lain. Keduanya pernah berbagi ruang ganti di Real Madrid selama periode 2012 hingga 2018 dan bersama-sama mempersembahkan berbagai trofi bergengsi untuk klub asal Spanyol tersebut.
Kini jalan mereka kembali berpotongan di panggung Piala Dunia. Ronaldo menjalani turnamen keenamnya bersama Portugal, sementara Modric tampil untuk kelima kalinya membela Kroasia.
Selain membahas kualitas dua pemain senior itu, Martinez juga mengungkapkan kesiapan Portugal menghadapi kondisi cuaca di Toronto yang diperkirakan cukup panas.
Ia mengatakan timnya telah melakukan adaptasi sejak masa persiapan dengan berlatih di Palm Beach yang memiliki tingkat kelembapan tinggi.
“Tidak ada keuntungan apa pun di Piala Dunia. Persiapan kami adalah berlatih di Palm Beach dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Di sini kami juga akan menghadapi cuaca panas, tetapi kelembapannya lebih rendah,” jelas Martinez.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut menilai laga melawan Kroasia akan berjalan sangat ketat karena kedua tim sudah saling memahami karakter permainan masing-masing.
“Piala Dunia sangat menuntut dan tim kami siap menghadapi apa pun. Kami mengenal Kroasia dengan sangat baik, begitu juga mereka mengenal kekuatan kami. Ini akan menjadi pertandingan yang kompetitif karena merupakan laga gugur Piala Dunia,” tambahnya.
Martinez memprediksi duel lini tengah akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan hasil pertandingan. Portugal maupun Kroasia sama-sama mengandalkan penguasaan bola sebagai fondasi permainan.
“Kuncinya adalah membawa pertandingan berjalan sesuai keinginan kami. Kedua tim sama-sama menyukai dan membutuhkan penguasaan bola untuk menyerang maupun bertahan,” tuturnya.
“Kunci utamanya adalah mengendalikan aspek tersebut. Kami sudah pernah bertemu di Nations League, jadi tidak ada lagi rahasia di antara kedua tim,” pungkas Martinez.
Portugal mengincar tiket menuju babak 16 besar sekaligus menjaga peluang Cristiano Ronaldo melangkah lebih jauh dalam turnamen yang diperkirakan menjadi Piala Dunia terakhirnya. Sementara Kroasia datang dengan kepercayaan diri tinggi berbekal status finalis Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga pada edisi 2022. (*)





