HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA –Persija Jakarta mulai memperlihatkan wajah baru di era kepelatihan Shin Tae-yong. Di tengah ramainya spekulasi mengenai kegagalan transfer Mariano Peralta, Macan Kemayoran justru mengambil langkah berbeda dengan memperkenalkan winger muda Timnas Indonesia, Victor Dethan, sebagai rekrutan anyar untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Keputusan tersebut memunculkan banyak perbincangan. Sebab, di atas kertas, Mariano Peralta merupakan salah satu pemain terbaik Super League musim lalu setelah tampil luar biasa bersama Borneo FC dengan torehan 20 gol dan 14 assist. Namun, Persija justru memilih mengalihkan fokus kepada pemain berusia 21 tahun yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dalam jangka panjang.
Langkah itu dianggap mencerminkan filosofi Shin Tae-yong yang selama ini dikenal berani memberikan kepercayaan kepada pemain muda.
Selama menangani Timnas Indonesia, pelatih asal Korea Selatan tersebut beberapa kali mengambil keputusan yang tidak populer dengan mengesampingkan nama-nama besar demi membangun tim yang lebih dinamis, agresif, dan memiliki prospek jangka panjang.
Kini, pendekatan serupa mulai terlihat di Persija.
Victor Dethan bukan nama yang datang tanpa modal.
Meski usianya masih sangat muda, winger berdarah Indonesia-Kanada itu telah mengoleksi pengalaman yang cukup matang bersama PSM Makassar.
Selama empat musim membela Pasukan Ramang, Dethan mencatatkan 84 penampilan di berbagai kompetisi dengan kontribusi enam gol dan tujuh assist.
Kariernya di tim senior dimulai sejak musim 2022/2023.
Sejak saat itu, menit bermainnya terus meningkat hingga menjelma sebagai salah satu pemain muda yang paling konsisten di skuad PSM.
Selain tampil di kompetisi domestik, Dethan juga sempat merasakan atmosfer kompetisi Asia saat memperkuat PSM di AFC Cup 2023/2024 atau yang kini bernama AFC Champions League Two.
Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah yang membuatnya dinilai siap menghadapi tekanan bermain bersama salah satu klub terbesar di Indonesia.
Dalam pernyataannya, operator kompetisi iLeague juga menyoroti perjalanan karier sang pemain.
“Setelah empat tahun bersama tim senior PSM Makassar, Dethan memutuskan untuk mencari petualangan baru. Persija menjadi klub yang beruntung bisa mendapatkan tanda tangan pemuda berdarah Kanada itu,” tulis iLeague.
Penampilan konsisten bersama PSM turut membuka jalan bagi Dethan untuk menembus Timnas Indonesia.
Ia telah mengoleksi tiga penampilan bersama Timnas Indonesia U-23 dan empat caps bersama tim senior.
Pengalaman di level internasional tersebut menjadi bekal penting bagi Dethan untuk bersaing memperebutkan tempat utama di skuad Persija.
Kehadirannya diharapkan mampu menghadirkan dimensi baru dalam permainan Macan Kemayoran.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, keberanian melakukan duel satu lawan satu, serta fleksibilitas bermain di beberapa posisi sayap menjadi kelebihan yang dimiliki pemain berusia 21 tahun tersebut.
Karakter permainan seperti itu dinilai sesuai dengan gaya sepak bola intensitas tinggi yang selama ini identik dengan Shin Tae-yong.
Di sisi lain, batalnya transfer Mariano Peralta juga memperlihatkan bahwa Persija tidak ingin hanya bergantung pada nama besar.
Meski winger asal Argentina itu tampil luar biasa musim lalu, Persija tampaknya memilih membangun fondasi tim dengan pemain yang lebih muda dan memiliki ruang perkembangan lebih panjang.
Strategi tersebut tentu mengandung risiko.
Victor Dethan belum memiliki statistik setajam Peralta, sehingga ekspektasi publik terhadapnya akan sangat besar.
Namun, jika melihat rekam jejak Shin Tae-yong dalam mengembangkan pemain muda selama menangani Timnas Indonesia, keputusan ini justru dapat menjadi investasi jangka panjang bagi Persija.
Musim 2026/2027 pun menjadi panggung pembuktian bagi Victor Dethan.
Jika mampu beradaptasi cepat dengan sistem permainan Shin Tae-yong dan terus menunjukkan perkembangan, bukan tidak mungkin dirinya akan menjelma menjadi salah satu winger terbaik di Super League.
Bagi Persija, transfer ini bukan sekadar mendatangkan seorang pemain baru.
Lebih dari itu, perekrutan Victor Dethan menjadi simbol dimulainya era baru di bawah Shin Tae-yong, sebuah era yang tampaknya akan lebih mengutamakan pembangunan tim, keberanian memberi kesempatan kepada talenta muda, dan visi jangka panjang dibanding sekadar mengejar popularitas di bursa transfer.





