REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir di sistem kelistrikan Jawa. Perseroan juga memperkuat keandalan sistem untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Kondisi sistem kelistrikan, terutama di Jawa, sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir sejak 21 Juni 2026," kata Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga
Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Serikat Pekerja Pelayaran Masih Tetapkan Selat Hormuz Sebagai Zona Perang
Darmawan mengatakan PLN memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa melalui sejumlah langkah yang telah disiapkan sesuai arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Salah satunya melalui penambahan pasokan batu bara berkalori menengah hingga tinggi, yakni di atas 4.500 kalori. Kementerian ESDM mengalokasikan tambahan pasokan sebesar 1,8 juta ton di luar pasokan yang sudah ada (existing supply) untuk Juli 2026.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Selanjutnya akan ada tambahan 3 juta ton per bulan mulai Agustus hingga Desember. Dengan demikian, terdapat penambahan kapasitas daya mampu pasok sebesar 5 gigawatt (GW) di atas kapasitas 35,9 GW," ujarnya.
Menurut Darmawan, tambahan pasokan tersebut membuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi lebih andal.
Selain itu, pada 2027 PLN juga akan memperoleh tambahan pasokan listrik sebesar 4,6 GW. Penambahan kapasitas tersebut diyakini semakin meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Jawa.
Darmawan mengakui produksi batu bara nasional saat ini didominasi batu bara berkalori rendah. Sementara itu, produksi batu bara berkalori menengah hingga tinggi cenderung menurun.
"Dengan langkah tersebut, kendala penyediaan energi listrik yang sempat terjadi di Pulau Jawa dapat diatasi sehingga pemadaman bergilir berhasil diselesaikan dengan baik," katanya.