Ketika Lukashenko Jadi Presiden Negara Sahabat Pertama yang Menginap di Istana Negara

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Di Minsk pada Juli 2025, Presiden Prabowo Subianto diterima di rumah pribadi Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko. Setahun kemudian, Lukashenko menjadi bermalam di Istana Negara, Jakarta. Ia bahkan menjadi kepala negara sahabat pertama yang diperkenankan bermalam di pusat kegiatan pemerintahan RI tersebut. Gestur saling berbalas itu menjadi simbol kedekatan personal dua pemimpin negara yang mewarnai hubungan bilateral Indonesia-Belarus.

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Kedatangan Presiden Lukashenko disambut dengan upacara kenegaraan yang tidak hanya diikuti prajurit militer dan pasukan berkuda, tetapi juga pelajar sekolah dasar serta iringan musik tradisional.

Upacara kenegaraan menjadi pembuka rangkaian agenda yang dilanjutkan dengan pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko, pertemuan bilateral antardelegasi kedua negara, serta penandataganan nota kesepahaman kerja sama di berbagai bidang.

Sebelum rangkaian tersebut berlangsung, Presiden Lukashenko sudah tiba dan bermalam di Jakarta pada Rabu (1/7/2026). Tidak seperti tamu negara yang umumnya menginap di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, atau hotel-hotel di Jakarta, Lukashenko bermalam di Istana Negara.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, umumnya pemimpin negara yang berkunjung ke Jakarta menginap di hotel tertentu. Akan tetapi, Presiden Lukashenko menginginkan untuk bermalam di Istana Kepresidenan. Oleh karena itu, untuk memberikan penghormatan, pemerintah pun memenuhi keinginan tersebut.

Semula, pemerintah merencanakan agar Presiden Lukashenko bermalam di Wisma Negara. Namun, Presiden Prabowo menilai berbeda. “Pak Presiden menilai, yang lebih representatif, ya, di Istana,” tutur Sugiono.

Baik Istana Negara maupun Wisma Negara berada di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Jarak antara kedua gedung tersebut sekitar 500 meter. Namun, keduanya memiliki fungsi berbeda.

Istana Negara merupakan pusat kegiatan resmi pemerintahan. Istana yang terletak di Jalan Veteran, Jakarta, digunakan untuk berbagai aktivitas formal dan seremonial Presiden. Dari masa ke masa, Istana Negara digunakan untuk menyelenggarakan sidang kabinet paripurna, pelantikan anggota kabinet dan pejabat lainnya, serta peringatan hari besar keagamaan.

Sementara Wisma Negara merupakan fasilitas khusus untuk menjamu sekaligus menjadi penginapan bagi tamu negara. Gedung yang dibangun pada dekade 1960an itu semula bertujuan untuk menjamu kunjungan balasan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy pada 1964 setelah Presiden Soekarno berkunjung ke AS. Kendati pertemuan dengan Soekarno-Kennedy di Wisma Negara tak pernah terjadi karena Kennedy terbunuh pada akhir 1963, gedung itu tetap berfungsi menjadi penginapan tamu negara.

Sugiono tidak memungkiri, keputusan untuk menjadikan Istana Negara sebagai tempat menginap berbeda dengan tradisi yang dilakukan selama ini. Akan tetapi, itu dilakukan untuk memberikan penghormatan terhadap pemimpin negara sahabat. Dengan demikian, Lukashenko pun menjadi Presiden pertama yang pernah menginap di Istana Negara ketika berkunjung ke Indonesia.

“Presiden (Lukashenko) yang pertama (menginap) di Istana Negara. Kalau di Wisma Negara, terakhir itu Perdana Menteri Kamboja Hun Sen,” ungkap Sugiono.

Kendati menjadi Presiden pertama yang menginap di Istana Negara, ini bukan pertama kali Lukashenko datang ke Indonesia. Presiden yang telah memimpin Belarus sejak 1994 itu juga pernah berkunjung pada tahun 2013 pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Tak hanya itu, kunjungan kali ini juga bukan kali pertama Lukashenko bertemu Prabowo. Sebelumnya, pada Juli 2025, Prabowo berkunjung ke Belarus dan diterima di rumah pribadi Lukashenko.

Kala itu, Lukashenko bercerita bahwa rumah itu baru saja direnovasi. Prabowo merupakan Presiden kedua yang pernah berkunjung ke sana setelah Presiden Rusia Vladimir Putin.

Penerimaan Lukashenko terhadap Prabowo dan sebaliknya membawa nuansa persahabatan di antara keduanya. Di Istana Merdeka, sebelum meninggalkan ruang kredensial, Lukashenko melepaskan pulpen yang baru digunakannya menandatangani dokumen kerja sama, lalu menyerahkannya kepada Prabowo. Prabowo pun tampak terkejut sebelum menerimanya sambil tersenyum.

Penguatan kerja sama

Kehangatan hubungan Prabowo dengan Lukashenko pun tidak berhenti pada gesture personal. Hal itu berlanjut dengan peluncuran Peta Jalan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026—2030. Dokumen dimaksud akan menjadi kerangka pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan.

“Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret,” tutur Prabowo dalam pernyataan pers bersama.

Selama ini, Belarus dikenal sebagai produsen pupuk kalium, alat berat, traktor, dan teknologi pertanian. Di era Prabowo, Indonesia juga menggercarkan perkembangan di bidang pertanian untuk mengejar target swasembada pangan.

Ia melanjutkan, Indonesia-Belarus akan meningkatkan kerja sama antara lain di bidang ketahanan pangan, ekonomi, perdagangan, dan sosial budaya. Pemerintah kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, serta jasa keuangan. Lebih dari itu, kedua negara juga sepakat untuk terus mendukung upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas dunia.

“Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini. Saya juga yakin, momentum ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan hasil nyata yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Lukashenko mengapresiasi pesatnya perkembangan Indonesia dibandingkan saat ia berkunjung sebelumnya. Belarus-Indonesia telah mencapai berbagai kesepakatan serta meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama kedua negara untuk lima tahun ke depan.

Ia menekankan, Belarus memang bukan negara sebesar Indonesia. Akan tetapi, Belarus memiliki banyak hal yang dibutuhkan, dari produk jadi, teknologi, hingga penagalaman yang bisa dibagikan. Oleh karena itu, peluang kerja sama terbuka di berbagai bidang, salah satunya untuk mewujudkan ketahanan pangan dan industri berteknologi tinggi.

Lukashenko melanjutkan, hubungan persahabatan kedua negara sudah terjalin lebih dari 30 tahun sejak 1993. Belarus mendukung perjuangan Indonesia melawan kolonialisme. Kini, kedua negara juga saling mendukung di berbagai forum internasional.

“Semua ini terwujud berkat komitmen dan dukungan yang telah diberikan. Kami adalah bangsa yang tahu menghargai persahabatan, dan kami akan selalu mengingatnya,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Kuansing Kini Tersangka: Suap Jabatan, Minta Mobil, Potong Duit Petani
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Temuan Gudang Narkotika di Gresik Merupakan Sindikat Internasional
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menteri PANRB: Transformasi Birokrasi Harus Hadirkan Kepastian Hukum
• 9 menit lalukompas.com
thumb
Wamenko Pangan Sebut Penguatan Sistem Jadi Fondasi Kota Tangguh
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Persib Bakal Mulai Program Latihan Skuad Pekan Depan Bersiap Hadapi Banyak Kompetisi
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.