TANGERANG, KOMPAS.com - Kualitas udara di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memburuk setelah kebakaran memasuki hari ketiga, Kamis (2/7/2026).
Hasil pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di lokasi mencapai sekitar 1.000 mikrogram per meter kubik (µg/m³), jauh melampaui baku mutu harian nasional sebesar 55 µg/m³.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH Rasio Ridho Sani mengatakan, tingginya kadar PM2.5 membuat kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Baca juga: Walhi: Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Cukup Dipadamkan dengan Air
"Pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisinya sangat tidak sehat. Untuk itu kami harapkan teman-teman bisa menggunakan masker, alat pelindung, untuk mengatasi dampak-dampak kesehatan yang ada," kata Rasio di lokasi, Kamis.
Menurut Rasio, PM2.5 menjadi parameter yang paling mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran.
"Kemudian ada juga parameter SOx, NOx yang tentu juga berdampak ke kesehatan masyarakat," kata dia.
SOx merupakan sulfur oksida dan NOx adalah nitrogen oksida, yang merupakan kelompok senyawa kimia yang dapat menyebabkan pencemaran udara dan muncul akibat pembakaran sampah plastik.
Dengan kondisi tersebut, Rasio mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di sekitar TPA selama kebakaran belum berhasil dipadamkan.
Warga yang masih harus beraktivitas di kawasan terdampak diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
"Oleh sebab itu kami sampaikan kalau bisa masyarakat tidak berada di lokasi ini. Para petugas juga harus tetap menggunakan alat pelindung diri untuk menjaga kesehatannya," kata dia.
Baca juga: Dampak Kebakaran TPA Jatiwaringin: 154 Warga Terjangkit ISPA, Satu Ibu Hamil Dirawat
Dampak kebakaranDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, sebagian besar pasien merupakan balita dan ibu hamil yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
"Ada 154 orang, tapi berobat jalan semua dan sudah diobati," ujar Hendra Tarmizi saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis.
Dari jumlah tersebut, satu ibu hamil harus dirujuk ke rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan.
Untuk menangani warga terdampak, Dinkes membuka empat posko kesehatan di sekitar TPA Jatiwaringin.





