Penghargaan PBB untuk Siskeudes Perkuat Komitmen Integrasi Tata Kelola Keuangan Desa

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri, La Ode Ahmad P. Bolombo, mengungkapkan bahwa Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) baru saja mendapatkan apresiasi internasional berupa penghargaan Honourable Mention dalam ajang United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026. 

Bertempat di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Senin (29/6), La Ode menegaskan bahwa capaian ini merupakan bentuk pengakuan dunia atas keseriusan Indonesia dalam membangun tata kelola dana desa yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Sistem ini sendiri merupakan inovasi bersama antara Kemendagri dan BPKP sebagai perwujudan dari mandat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

"Siskeudes merupakan alat bantu mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pemerintah desa dalam mengelola keuangan desa," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak mulai diimplementasikan pada 2015, Siskeudes telah digunakan secara bertahap di hampir 75 ribu desa atau sekitar 95 persen dari total desa di Indonesia. 

Atas kontribusinya dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan kepercayaan publik dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sistem tersebut memperoleh penghargaan Honourable Mention pada UNPSA 2026 di Tbilisi, Georgia.

Sebagai bentuk apresiasi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengundang delegasi Indonesia yang terdiri atas Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kepala BPKP, dan Menteri PANRB untuk menerima penghargaan tersebut pada akhir Juni 2026.

La Ode menambahkan, keberhasilan Siskeudes juga memperoleh apresiasi dari Kementerian PANRB sebagai inovasi pelayanan publik yang memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat pusat, daerah, hingga desa.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi momentum bagi Kemendagri untuk memperkuat integrasi sistem informasi pengelolaan keuangan dan aset desa dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI). 

Integrasi tersebut diharapkan mampu menyelaraskan perencanaan pembangunan dan penganggaran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa.

"SIPD RI tentunya akan menyinkronisasikan tidak [hanya] perencanaan pembangunan dan perencanaan anggaran antara pusat dan daerah, namun juga akan mensinergikan dengan perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan di desa," kata La Ode.

Ia mengungkapkan, saat ini penerapan Siskeudes berbasis daring telah mencakup 319 kabupaten/kota. 

Selain itu, Kemendagri juga terus mendorong digitalisasi pengelolaan keuangan desa melalui implementasi transaksi nontunai berbasis daring yang terintegrasi dengan perbankan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pihak Reza Gladys Laporkan Rekaman Suara Mirip Nikita Mirzani Hendak Suap Hakim
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Anak Buah Bongkar Momen Eks Ketua Ombudsman Marah-Marah saat Koreksi LHP
• 19 menit laluliputan6.com
thumb
Asosiasi Ojol Keluhkan Harga Tarif Turun usai Potongan Komisi 8% Berlaku
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Penyelenggaraan Haji 2026 Tuntas, Menhaj Siapkan Layanan Tahun Depan
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Video: Prabowo: Dapur MBG Milik Polri Adalah Yang Terbaik
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.