HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pengamat politik sekaligus dosen ilmu politik UH, Endang Sari, menilai dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan masih sangat terbuka. Menurutnya, berbagai manuver politik yang terjadi belum dapat disimpulkan sebagai keputusan final karena Musda belum digelar.
“Musda Golkar Sulawesi Selatan ini ditunggu banyak kalangan karena sudah beberapa bulan tertunda. Segala manuver yang terjadi masih membuat publik bertanya-tanya soal perebutan posisi Ketua DPD I,” ujar Endang.
Ia menjelaskan, meskipun mulai muncul kecenderungan dukungan dari sejumlah DPD II kepada kandidat tertentu, hal tersebut belum bisa dipastikan menjadi keputusan akhir.
“Kalau memang ada rekomendasi, itu bisa dianggap sebagai kecenderungan dukungan. Tetapi itu belum final karena Musda belum digelar,” katanya.
Endang juga menilai surat dukungan yang telah disampaikan oleh DPD II Bulukumba dan DPD II Wajo belum tentu menentukan arah pilihan dalam Musda. Menurutnya, keputusan akhir tetap akan ditentukan melalui mekanisme yang berlangsung dalam forum Musda.
“Belum pasti, karena yang menentukan nanti ada di arena Musda,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan dukungan dari beberapa DPD II memang dapat menjadi referensi bagi daerah lain. Namun, setiap DPD memiliki pertimbangan politik yang berbeda sehingga tidak dapat diasumsikan akan mengikuti pilihan yang sama.
“Saya kira tidak terlalu signifikan memengaruhi sikap DPD yang lain karena setiap daerah punya pilihan masing-masing,” katanya.
Terkait pelaksanaan Musda, Endang menekankan pentingnya penyelenggaraan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan aturan organisasi. Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang harus menjadi perhatian, yakni transparansi proses Musda, penegakan standar operasional prosedur (SOP) organisasi, serta kedewasaan elite politik dalam berkompetisi.
“Yang pertama tentu transparansi proses Musda, kemudian SOP kelembagaan harus dijalankan, dan kedewasaan elite politik harus ditunjukkan,” ujarnya.
Ia berharap Partai Golkar sebagai salah satu partai politik senior di Sulawesi Selatan mampu menjaga kualitas pelaksanaan Musda agar berlangsung demokratis, terbuka, dan sesuai mekanisme organisasi. (*)
Priska Julianti, Magang FAJAR





