Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menilai tema Where Growth Meets Strength yang diusung dalam Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 mencerminkan kebutuhan dunia usaha saat ini, yakni membangun pertumbuhan yang ditopang fundamental kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Friderica mengatakan pertumbuhan perusahaan tidak semata-mata diukur dari tingginya angka kinerja, melainkan harus didukung tata kelola yang baik, manajemen risiko yang memadai, serta orientasi keberlanjutan jangka panjang.
"Tema yang dipilih Where Growth Meets Strength mencerminkan bahwa pertumbuhan yang baik itu bukan semata-mata melihat angka pertumbuhannya yang tinggi, tapi harus merupakan pertumbuhan yang ditopang oleh fundamental usaha yang kuat, tata kelola yang baik, manajemen risiko yang memadai, serta orientasi keberlanjutan jangka panjang," ujarnya saat memberikan sambutan dalam Bisnis Indonesia Awards 2026, Kamis (2/7/2026).
Menurut Friderica, pesan tersebut menjadi semakin relevan mengingat dunia usaha saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian geopolitik, fragmentasi perdagangan, hingga perubahan iklim dan transformasi digital yang mengubah lanskap perekonomian global.
Dia mengatakan berbagai lembaga internasional seperti IMF, World Bank, dan OECD juga masih memandang prospek ekonomi dunia dibayangi risiko penurunan pertumbuhan. Selain itu, tensi geopolitik yang belum sepenuhnya mereda turut mendorong inflasi global bertahan tinggi sehingga memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
"Kita semua memahami bahwa saat ini perekonomian global sedang berada dalam fase yang penuh tantangan dan penuh ketidakpastian," katanya.
Baca Juga
- Bisnis Indonesia Awards 2026, OJK Ingatkan Tata Kelola Hingga Integritas
- Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026: Ketangguhan Korporasi di jadi Sorotan
- Inilah Para Pemenang Bisnis Indonesia Award (BIA) 2026
Di sisi lain, Friderica menilai Indonesia masih memiliki ketahanan ekonomi yang cukup baik. Dia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I/2026 mencapai 5,61% secara tahunan (year on year/yoy), yang menurutnya menjadi salah satu capaian tertinggi di antara negara-negara G20.
Selain itu, sektor jasa keuangan juga dinilai tetap solid di tengah tekanan global. Kredit perbankan, piutang pembiayaan, hingga sektor asuransi masih menunjukkan kinerja yang terjaga.
Bisnis Indonesia Awards 2026 merupakan penyelenggaraan ke-24 sejak pertama kali digelar pada 2002. Ajang tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan dan pelaku usaha yang dinilai memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.





