Defisit Neraca Dagang Pertama dalam 6 Tahun, CORE Sebut Ini Awal Tekanan

katadata.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 1,61 miliar pada Mei 2026. Ini menjadi defisit pertama sejak April 2020, setelah Indonesia membukukan surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan defisit neraca daganh terjadi karena nilai impor pada Mei lebih besar dibandingkan ekspor.

Kondisi itu terutama dipicu defisit neraca perdagangan minyak dan gas (migas) yang mencapai US$ 3,76 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus US$ 2,15 miliar yang ditopang komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta besi dan baja.

Meski secara kumulatif Januari–Mei 2026 neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus US$ 4,03 miliar, capaian ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan defisit neraca dagang itu sebenarnya telah diperkirakan sejak awal tahun dan menjadi sinyal awal tekanan terhadap kinerja perdagangan Indonesia.

"Sebetulnya trennya sudah jelas kita prediksikan bahwa impor akan menaik karena inflasi impor, harga barang-barang di dunia naik, kemudian ditambah lagi rupiah lemah. Jadi kalau kita impor jadi jauh lebih mahal," ujar Faisal dalam diskusi media bersama CORE, Kamis (2/7).

Menurut Faisal, kenaikan impor dan pelemahan ekspor merupakan konsekuensi perubahan dinamika perdagangan global yang dipicu ketegangan geopolitik.

Ia menjelaskan, selain mendorong kenaikan impor, gejolak geopolitik juga mulai mengganggu kinerja ekspor Indonesia. Menurutnya, pola perdagangan dunia kini tidak lagi semata-mata mengejar efisiensi biaya, tetapi lebih mengutamakan keamanan atau ketahanan rantai pasok.

"Perdagangan global saat ini bukan lagi hanya mencari mitra yang paling efisien, tetapi juga yang paling aman dan paling tangguh. Persaingan geopolitik membuat banyak negara membentuk jaringan perdagangan berdasarkan strategi kepentingan sehingga perdagangan menjadi kurang efisien. Dampaknya, ekspor banyak negara, termasuk Indonesia, ikut terhambat," ujarnya.

Faisal menilai data BPS menunjukkan pola tersebut sudah mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan impor sebenarnya telah muncul pada April, sementara ekspor saat itu masih mampu bertahan. Namun pada Mei, ekspor mulai mengalami penurunan yang cukup signifikan.

"Kalau kita lihat laporan BPS, dampak terhadap impor sudah terjadi sejak bulan sebelumnya. Yang menarik, pada data terbaru ekspor akhirnya ikut turun," katanya.

"Jadi sekarang bukan hanya impornya yang tinggi, tetapi ekspornya juga melemah. Akibatnya surplus perdagangan yang sebelumnya sudah sangat tipis akhirnya berubah menjadi defisit," Faisal menambahkan.

Berdasarkan data BPS, impor Indonesia pada Mei melonjak 22,16% secara bulanan atau month to month (mtm) menjadi US$ 24,81 miliar, terutama didorong kenaikan impor migas sebesar 70,8% menjadi US$ 4,51 miliar. Di sisi lain, ekspor turun 5,73% menjadi US$ 23,2 miliar, dengan ekspor migas turun 31,76% dan ekspor nonmigas turun 4,5%.

Ke depan, Faisal menilai tekanan terhadap neraca perdagangan masih akan berlanjut meskipun eskalasi konflik di Timur Tengah mulai mereda. Menurutnya, persoalan mendasar justru berasal dari belum pulihnya tatanan perdagangan global akibat persaingan ekonomi antara Amerika Serikat dan Cina.

"Cina sama Amerika di luar konflik yang ada di Timur Tengah itu masih bisa bersaing. Jadi ke depan kita masih akan merasakan tekanan yang sama dari perdagangan," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banggar DPR Dorong APBN 2027 Perkuat Hilirisasi dan Targetkan Cipta Hingga 3,49 Juta Lapangan Kerja
• 15 jam lalupantau.com
thumb
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, Siapkan Tenda untuk Pengunjung
• 22 jam laluokezone.com
thumb
30.000 Manajer Kopdes Merah Putih Mulai Bertugas Awal Agustus 2026
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Kata-kata Eks Ketua Ombudsman Marahi Anak Buah soal LHP: Jangan Ngatur Gue
• 17 jam laludetik.com
thumb
Persib Resmi Datangkan Sandy Walsh, Ikat Kontrak hingga 2029
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.