PT PLN (Persero) mengakui bahwa mandat pembangunan Listrik Desa (Lisdes) untuk tahun anggaran 2025 masih menyisakan pengerjaan di sejumlah titik. Hingga akhir Juni 2026, realisasi fisik program yang didanai melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tersebut terpantau belum mencapai angka penuh atau belum tuntas 100 persen.
Berdasarkan laporan kinerja yang disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dari target 1.516 lokasi pada tahun anggaran 2025, PLN telah merampungkan penyambungan di 1.433 lokasi. Dengan demikian, masih terdapat 83 desa yang statusnya saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
"Khusus untuk 2025 dan juga keberlanjutannya pada tahun 2026, di tahun anggaran 2025 pembangunan listrik desa di 1.516 lokasi. Dan ini sampai tanggal 27 Juni (2026) sudah selesai di 1.433 lokasi, ini sedang dalam proses penyelesaian dengan program anggaran Rp3,6 triliun," ujar Darmawan Prasodjo di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Belum tuntasnya sisa lokasi tersebut dipicu oleh tantangan lapangan yang sangat berat. PLN membeberkan bahwa mayoritas lokasi yang tersisa berada di wilayah dengan tantangan alam ekstrem dan aksesibilitas yang sangat minim. Hal ini memaksa tim di lapangan bekerja ekstra untuk memobilisasi material menembus hutan dan pegunungan.
Darmawan menekankan bahwa pengerjaan sisa lokasi Lisdes 2025 ini dilakukan beriringan dengan target baru pada tahun 2026 yang medannya tidak kalah menantang, seperti di wilayah Papua Barat, Kalimantan Utara, hingga Sulawesi Utara.
"Untuk menembus alam yang sulit agar program listrik desa ini bisa berjalan dengan lancar. Ini terlihat bahwa alam yang ditembus cukup berat, tetapi satu per satu perjuangan ini bisa dilampaui," jelasnya, merujuk pada perjuangan personel di lapangan.
Guna mengejar ketertinggalan target 2025 sekaligus mengamankan target tahun anggaran 2026, PLN memperkuat strategi kolaborasi. Perusahaan setrum negara ini tidak lagi bekerja sendirian, melainkan memperkuat sinergi lintas instansi untuk memitigasi hambatan logistik di wilayah dengan tantangan geografis tinggi.
PLN mengandalkan dukungan dari TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk memastikan infrastruktur listrik bisa masuk ke desa-desa yang selama ini belum terjangkau.
Baca Juga: PLN EPI Ungkap Potensi Biomassa RI Capai 83,4 Juta Ton per Tahun
Baca Juga: Penjualan Listrik PLN Indonesia Power Capai 82,17 TWh, Lampaui Target RKAP 2025
"Kami juga memperkuat kolaborasi, lanjut lagi, ini dengan TNI, dengan kepolisian, pemangku kepentingan daerah untuk mempercepat implementasi program listrik desa, khususnya pada wilayah dengan tantangan geografis dan juga akses kesulitan yang cukup tinggi," tambah Darmawan.
Secara jangka panjang, PLN berkomitmen menuntaskan seluruh proyek Lisdes agar pada tahun 2029 nanti sebanyak 10.068 lokasi di seluruh Indonesia sudah terang benderang. Hal ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Harapannya adalah di tahun 2029 tadi ada total 10.068 lokasi di seluruh Indonesia, ini yang kemarin masih dalam suasana yang gelap bisa terang benderang. Dan untuk itu, kita sudah 80 tahun merdeka, tidak ada lagi saudara-saudara kita yang masih tertinggal karena tidak punya akses terhadap listrik," pungkasnya.





