Wamendagri Sebut Ada Daerah Penghasil Ikan Terbesar, Tapi Masih Banyak Stunting

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus mengungkap ironi di sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Barat merupakan daerah-daerah dengan penghasil tangkapan ikan terbesar di Indonesia.

Namun, banyak warga di sejumlah daerah itu yang masih mengalami stunting.

"Produksi perikanan di berbagai daerah menunjukkan potensi yang sangat besar, baik dari sektor perikanan tangkap maupun budidaya. Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat menjadi daerah dengan produksi perikanan tertinggi di Indonesia," kata Wiyagus, saat menghadiri Rakornas KKP di Jakarta, Kamis (2/7).

Namun, menurut dia, besarnya produksi ikan belum otomatis berbanding lurus dengan kondisi gizi masyarakat.

"Namun demikian, masih terdapat daerah dengan produksi ikan yang tinggi tetapi memiliki prevalensi stunting yang relatif besar. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi harus diiringi dengan peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas," ujar Wiyagus.

Padahal menurutnya, ikan menyumbang sekitar 54 persen kebutuhan protein hewani nasional. Bagi Wiyagus, konsumsi ikan-ikan ini juga perlu digalakkan mengingat Indonesia punya potensi begitu besar di sektor ini.

"Sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat. Ada sekitar 7,9 juta penduduk miskin menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan. Sementara 54 persen kebutuhan protein hewani nasional dipenuhi dari konsumsi ikan," kata Wiyagus

Ia menjelaskan, kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat.

"Pada tahun 2024 sektor ini memberikan kontribusi sebesar 2,61 persen terhadap PDB nasional dengan nilai sekitar Rp680,3 triliun. Kemudian juga menghasilkan produksi perikanan sebesar 26,59 juta ton, nilai ekspor mencapai 5,81 miliar dolar Amerika Serikat, serta menyerap sekitar 5,9 juta tenaga kerja," jelas Wiyagus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Agna Rilis Single Di Luar Hal Biasa, Tentang Perpisahan yang Datang Perlahan
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Danai Bisnis Nikel, Harum Energy (HRUM) Kantongi Pinjaman Afiliasi Rp2,67 Triliun
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Rupiah Hari Ini Ditutup di Level Rp17.995/USD
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Demo Ojol di Monas Tak Cuma soal Komisi 8 Persen, tapi Juga Soroti Pertalite
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Perlintasan Sebidang KA di Latumenten Ditutup Permanen Akhir Tahun
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.