Pemerintah Indonesia dan Republik Belarus resmi meluncurkan Roadmap for Bilateral Cooperation. Kesepakatan ini dirancang sebagai kerangka kerja sama strategis jangka panjang di berbagai sektor vital guna memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan bahwa peluncuran peta jalan ini merupakan langkah maju yang signifikan, terutama setelah lawatan balasan kenegaraan dari Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, ke Indonesia.
"Kita berharap kunjungan balasan ini juga akan semakin mempererat hubungan kedua negara dan juga mempererat kerja sama kita dalam rangka meningkatkan ekonomi dan alternatif-alternatif sumber daya yang kita butuhkan," ujar Menlu Sugiono dikutip dari Headline News, Metro TV, Kamis 2 Juli 2026.
Baca Juga :
Presiden Belarus Kunjungi RI Lagi Setelah 13 TahunPotensi Forum Bisnis Capai USD500 Juta
Selain pertemuan tingkat kepala negara, rangkaian lawatan ini juga diisi dengan forum bisnis yang mempertemukan para delegasi pengusaha dan investor dari Indonesia maupun Belarus.
Forum tersebut membuahkan hasil yang sangat positif. Saat dikonfirmasi mengenai besaran nilai proyeksi kerja sama ekonomi yang dihasilkan dari pertemuan antar-delegasi tersebut, Menlu Sugiono menyebutkan angka yang fantastis.
"Kalau saya tidak salah laporannya itu sekitar 500 juta dolar AS," ungkap Sugiono.
Nilai potensi kerja sama yang mencapai USD500 juta (atau setara lebih dari Rp8 triliun) tersebut mencerminkan kuatnya komitmen kedua negara untuk tidak sekadar mempererat hubungan diplomasi, melainkan juga menciptakan peluang ekonomi riil di kawasan Eurasia dan Asia Tenggara.




