Sebuah kapal kontainer asing dilaporkan karam di perairan Selat Hormuz. Otoritas Iran mengklaim insiden ini terjadi lantaran kapal tersebut menggunakan rute pelayaran yang tidak disetujui.
Dikutip dari Top News, Metro TV, Kamis 2 Juli 2026, laporan dari televisi pemerintah Teheran ini diduga kuat merupakan manuver Iran untuk kembali menegaskan klaim kendali mereka atas jalur pelayaran minyak internasional tersebut.
Dalam laporannya, otoritas setempat menyatakan bahwa kapal kontainer tersebut berlayar tanpa koordinasi. Pengendali kapal Iran bahkan secara tegas menyatakan pihaknya menolak memberikan bantuan evakuasi karena kapal dinilai melanggar aturan lintas batas.
Baca Juga :
Kapal Pertamina Pride Masih Tunggu Izin Lintasi Selat Hormuz"Tidak berkoordinasi dan tidak bisa melintas, dia melakukan pekerjaannya sendiri. Kami tidak bisa memberikan bantuan apa pun untuk kapal ini. Ini adalah Teluk Persia, namun bukan pada jalur yang sah," ungkap otoritas Iran melalui rekaman komunikasi yang disiarkan.
Karamnya kapal asing ini terjadi pada momentum krusial yang berpotensi memanaskan tensi diplomatik. Di saat yang bersamaan, utusan Timur Tengah Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, tengah berada di Doha, Qatar.
Keduanya dijadwalkan merundingkan kesepakatan penghentian permanen perang dengan Iran.




