Menkum luncurkan etalase produk indikasi geografis di e-commerce

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas resmi meluncurkan etalase produk indikasi geografis Indonesia di aplikasi Tokopedia dan TikTok Shop di Jakarta, Kamis.

"Etalase hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan Tokopedia dan TikTok Shop tersebut menjadi upaya memperluas pemasaran produk indikasi geografis sekaligus meningkatkan nilai ekonominya melalui platform digital," tutur Supratman, seperti dikonfirmasikan.

Dia menjelaskan etalase tersebut merupakan ruang promosi nasional pertama yang secara khusus menghimpun dan memasarkan berbagai produk indikasi geografis Indonesia dalam satu platform digital.

Melalui etalase tersebut, kata dia, masyarakat tidak hanya dapat memperoleh produk indikasi geografis yang autentik, tetapi juga dapat mengakses informasi mengenai asal-usul, karakteristik, reputasi, serta jaminan keaslian produk yang telah memperoleh pelindungan hukum.

Baca juga: Lima motif tenun troso Jepara kantongi sertifikat indikasi geografis

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menyampaikan peluncuran etalase produk indikasi geografis Indonesia menjadi wujud transformasi layanan DJKI yang tidak berhenti pada pemberian pelindungan hukum.

Menurutnya, pelindungan tersebut harus mampu mendorong pemanfaatan ekonomi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah asal produk.

"Peluncuran etalase produk indikasi geografis Indonesia merupakan bukti bahwa pelindungan kekayaan intelektual tidak berhenti pada penerbitan sertifikat," ucap Hermansyah.

Dia menegaskan tugas negara memastikan pelindungan tersebut memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing produk unggulan daerah.

Ia menambahkan, kehadiran etalase tersebut menjadi langkah strategis DJKI dalam membangun ekosistem yang menghubungkan pelindungan hukum dengan pemasaran digital.

Dengan demikian, sambung dia, berbagai produk indikasi geografis diharapkan semakin dikenal, dipercaya, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki 271 produk indikasi geografis terdaftar yang terdiri atas 255 produk indikasi geografis dalam negeri dan 16 produk dari luar negeri.

Dikatakan bahwa capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah produk indikasi geografis terdaftar terbanyak di kawasan ASEAN sekaligus menunjukkan besarnya potensi produk unggulan daerah untuk terus dikembangkan.

Baca juga: Kemenkum serahkan Sertifikat IG Kopi Robusta Kurrak ke Bupati Polman

Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI Kementerian Hukum Fajar Sulaeman Taman menambahkan, peluncuran etalase tersebut merupakan tindak lanjut komitmen DJKI untuk memperluas akses pasar bagi pemegang hak indikasi geografis.

Sebelum peluncuran, DJKI juga telah memfasilitasi pendampingan kepada para pemilik indikasi geografis agar dapat membuka toko dan mengunggah produknya ke Tokopedia dan TikTok Shop sehingga dapat bergabung dalam etalase tersebut.

"Etalase produk indikasi geografis Indonesia menjadi ruang promosi bersama bagi seluruh produk," tutur Fajar.

Untuk itu, dirinya berharap semakin banyak pemegang hak indikasi geografis yang memanfaatkan platform tersebut sehingga produk unggulan daerah semakin dikenal masyarakat, memperoleh kepercayaan konsumen, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Baca juga: Kemenpar kembangkan pariwisata berbasis produk indikasi geografis

Fajar menyampaikan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan produk indikasi geografis yang autentik, dapat mengunjungi etalase digital tersebut pada menu Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop.

Kehadiran etalase diharapkan mampu memperkuat merek produk unggulan daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani, nelayan, perajin, pelaku usaha, dan masyarakat di wilayah asal produk.

Melalui etalase produk indikasi geografis Indonesia, DJKI berharap pelindungan hukum terhadap indikasi geografis dapat berjalan seiring dengan pemanfaatan ekonomi yang berkelanjutan.

Inisiatif itu menjadi bagian dari transformasi layanan Kemenkum yang tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi melalui penguatan ekosistem kekayaan intelektual nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lontara+ Jadi Andalan Pemkot Makassar, Muhammad Roem Paparkan Strategi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Pasangan Panjat Gedung 443 M, Lamaran di Ketinggian-Lalu Ditangkap
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mengenal Stefan Jevtoski, Gelandang Makedonia Utara Bakal Gabung PSM
• 18 jam lalucelebesmedia.id
thumb
8 Kepala Daerah Kena OTT KPK Sepanjang 2026, Terbaru Bupati Kuantan Singingi
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Lewat Kampanye Anak Berprestasi, Energen Dorong Kebiasaan Sarapan Sejak Dini
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.