Ciputra (CTRA) Ungkap PPN DTP Belum Efektif Kerek Penjualan Properti

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) menilai perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) belum efektif mendongkrak kinerja penjualan sepanjang tahun ini.

Meskipun stimulus fiskal tersebut memberikan potongan harga pembelian properti hingga 11%, manajemen CTRA melihat animo belanja pasar terhadap produk real estat relatif belum terstimulasi secara masif.

“Hal ini tecermin dari presales Perseroan yang selama 3 bulan pertama tahun 2026 ini mengalami penurunan 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengindikasikan insentif tersebut belum dapat mengimbangi pelemahan permintaan di pasar properti,” tulis manajemen CTRA dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (2/7/2026).

Sejalan dengan hal itu, CTRA memandang bahwa koreksi penjualan yang terjadi merupakan bagian dari siklus penurunan (down cycle) yang wajar di industri properti nasional.

Fase konsolidasi ini terjadi setelah sektor real estate melewati periode pertumbuhan yang sangat kuat (booming period) sepanjang kurun waktu 2022 hingga 2024.

“Permintaan properti lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental, di antaranya tingkat suku bunga KPR, daya beli masyarakat dan ketersediaan pembiayaan dari perbankan, disamping pengetatan likuiditas [liquidity crunch] yang dapat menekan permintaan secara tidak langsung,” imbuhnya.

Baca Juga

  • Ciputra (CTRA) Proyeksikan Pendapatan & Laba Turun 10% pada 2026, Ini Alasannya
  • Ciputra (CTRA) Bidik Marketing Sales Rp9,5 Triliun pada 2026
  • Ciputra (CTRA) Tebar Dividen Rp667 Miliar Usai Raup Laba Rp2,7 Triliun

Kendati efektivitasnya belum optimal mengerek penjualan saat ini, CTRA berharap pemerintah tetap melanjutkan kebijakan PPN DTP guna menjaga keterjangkauan harga rumah jangka panjang.

"Perseroan juga berharap pemerintah tetap melanjutkan kebijakan PPN DTP, mengingat kebijakan tersebut dapat menjaga keterjangkauan harga rumah mendukung permintaan sektor properti,” pungkasnya.

Sebelumnya, manajemen CTRA memproyeksikan pendapatan dan laba bersih mengalami penurunan hingga sekitar 10% pada 2026 dibandingkan dengan pada tahun lalu. 

Sekretaris Perusahaan CTRA Aditya Ciputra mengatakan, Perseroan tetap mempertahankan target marketing sales sebesar Rp9,5 triliun pada tahun ini. Sementara itu, Perseroan justru memproyeksikan pendapatan dan laba bersih mengalami penurunan hingga sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Dia menjelaskan bahwa proyeksi penurunan tersebut bukan disebabkan memburuknya kinerja operasional saat ini, melainkan merupakan dampak dari melemahnya penjualan sepanjang 2025. 

"Di perusahaan properti, pendapatan baru diakui ketika pembangunan selesai dan unit diserahterimakan. Jadi ketika pre-sales tahun 2025 turun, dampaknya memang baru terlihat pada pendapatan tahun 2026," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Duga Ada Pemerasan Terkait Deportasi WNA
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Polije Dorong BUMDes Lebih Profesional Lewat Pendampingan Keuangan
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Asmo Sulsel Edukasi Mahasiswa Unibos, Instruktur Safety Riding Wanita Bagikan Tips
• 23 menit laluharianfajar
thumb
Jaga Defisit APBN, Purbaya Bakal Seleksi Usulan Tambahan Anggaran Rp 984 Triliun untuk K/L
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
OCBC Sekuritas Raih Penghargaan The Most Integrated Investment Ecosystem di BIA 2026
• 17 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.