Bisnis.com, DELI SERDANG — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan setidaknya ada empat ujian yang dihadapi kepala daerah yang saat ini menjabat.
Hal itu disampaikan Bima saat membuka Forum Dialog Otonomi Daerah dalam rangkaian peringatan HUT Ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Deli Serdang, Kamis (2/7/2026).
Mantan Wali Kota Bogor yang menjabat selama dua periode sejak 2014 itu mengatakan setiap pemimpin menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari bencana, pandemi, hingga pemangkasan transfer ke daerah (TKD). Bima Arya sendiri pernah menghadapi pandemi Covid-19 saat menjabat sebagai Wali Kota Bogor pada periode kedua, 2019–2024.
"Kalau hari ini, ujiannya kepala daerah itu ada empat. Mulai dari tekanan geopolitik, pengawalan terhadap program prioritas nasional, janji kampanye, hingga algoritma media," kata Bima Arya.
Menurut Bima, tensi geopolitik di Timur Tengah yang diwarnai aksi buka-tutup Selat Hormuz berdampak langsung terhadap daerah. Kenaikan harga minyak global akibat ketegangan tersebut mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, yang kemudian memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok akibat meningkatnya biaya pupuk dan logistik.
Selain itu, kepala daerah saat ini juga dituntut mengawal program-program prioritas nasional secara tegak lurus. Tantangan tersebut harus dijalankan bersamaan dengan pemenuhan janji kampanye kepada masyarakat.
Baca Juga
- Puan Hormati Putusan MK soal Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung
- Mendagri Minta Kepala Daerah Setop Penerimaan Pegawai Honorer Baru
- Wamendagri Ungkap Alarm Keras, 11 Kepala Daerah Kena OTT KPK Dalam Setahun
"Ketiga ujian itu harus ditunaikan ketika algoritma media saat ini bergerak dengan sangat dinamis. Yang kita kerjakan habis-habisan tidak diberitakan dan tidak viral. Sementara yang tidak seharusnya viral, seperti salah pilihan diksi saja, malah bisa viral," ujar Bima Arya, disambut tawa ratusan bupati peserta APKASI.
Bima mengatakan algoritma media yang bergerak sangat dinamis menjadi salah satu tantangan baru bagi para pemimpin daerah. Keempat ujian tersebut hadir bersamaan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara maju dalam 20 tahun ke depan.
Dia menyampaikan terdapat dua syarat yang ditekankan Presiden RI agar Indonesia menjadi negara maju, yakni keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap) dan memanfaatkan bonus demografi.
Bima juga menyinggung peran Generasi Z dan Generasi Alpha yang mendominasi bonus demografi. Menurutnya, bupati dan wali kota harus mampu mengelola serta memanfaatkan bonus demografi tersebut agar dapat mendorong Indonesia menjadi negara maju sesuai target.
Adapun HUT Ke-26 APKASI tahun ini dipusatkan di Kabupaten Deli Serdang dan dirangkaikan dengan peringatan HUT Ke-80 Kabupaten Deli Serdang.
Agenda yang berlangsung pada 1–3 Juli 2026 itu diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari Forum Dialog Otonomi Daerah, Forum Bisnis Daerah, Women Program, hingga penutupan yang dimeriahkan dengan fun walk di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (3/7/2026) pagi.
Tercatat sedikitnya 227 kepala daerah dari 37 provinsi di Indonesia telah mengonfirmasi kehadiran dalam forum nasional tersebut.





