Pertanian Vertikal, Solusi Lahan Sempit di Perkotaan

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Heru, salah satu pekerja di Ladang Farm, sedang sibuk memasang perangkap hama serangga siap pakai berbentuk lembaran berwarna kuning cerah. Perangkap hama tersebut dilapisi lem perekat di atas deretan tanaman selada air hidroponik.

Alat non-pestisida ini efektif menarik dan menjebak hama, seperti lalat buah, aphids, thrips, kutu kebul, dan ngengat, pada tanaman sayuran yang saat itu sedang ditanam di lahan pertanian vertikal Ladang Farm di kawasan Cilandak, Jakarta, Selatan, Kamis (2/7/2026).

Perangkap digantung di antara tanaman selada air. Warna kuning yang kontras dengan hijaunya daun secara alami akan memancing hama mendekat lalu menempel pada lapisan lem yang kuat.

Di sudut yang lain, pekerja lain, Aji, berkeliling di dalam green house untuk memantau kondisi tanaman kemangi thailand dan selada air yang sudah berusia dua minggu. Beberapa kali ia naik lift untuk mengontrol air dan melihat tanaman yang berada di tingkat atas.

Aji merawat selada air di Ladang Farm. (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

Selada air akan dipanen pada usia sekitar 20 hari. (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

Selada yang sudah siap panen. (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO).

Sementara di luar green house, dua pekerja sedang menjarangkan tunas tanaman yang disemai di atas spons dan memindahkannya ke dalam ruang penyemaian. Begitulah keseharian di di lahan pertanian vertikal Ladang Farm.

Menurut Nova, General Manager Ladang Farm, lahan pertanian vertikal ini berada di atas lahan seluas 340 meter persegi dengan tinggi bangunan sekitar 18 meter. Di dalam green house inilah sayuran ditanam dengan metode hidroponik pada susunan instalasi mencapai 13 tingkat atau setara lahan seluas sekitar 4.400 meter persegi. Setidaknya ada 33.000 sayuran di dalamnya.

Enam jenis sayuran yang sering ditanam di Ladang Farm adalah selada air, kemangi thailand, Italian basil, mint, kale, dan perila.

Sayuran-sayuran hasil panen ini kemudian dikirim untuk memenuhi kebutuhan restoran dan rumah makan yang berada di Jabodetabek. Lebih dari 20 restoran menjadi langganan Ladang Farm untuk dipenuhi kebutuhan sayurnya.

Pekerja menyiapkan benih sayuran hidroponik sebelum dipindahkan ke ruangan penyemaian. (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

Memindahkan benih sayuran hidroponik ke dalam ruang penyemaian. (KOMPAS/WIJAYANTO).

Benih tamanan akan berada di ruang penyemeaian sekitar 20 hari, sebelum akhirnya di pindah ke green house. (KOMPAS TOTOK WIJAYANTO)

Dengan kapasitas 33.000 tanaman, Ladang Farm dalam sebulan mampu memanen 4-6 ton selada air atau 2 ton kemangi thailand.

Keberadaan Ladang Farm menjadi bukti bahwa pertanian vertikal bisa menjadi solusi sulitnya bercocok tanam dalam skala luas di antara belantara beton ibu kota karena mahalnya harga lahan.

Baca JugaWarga Kampung Kota Menuntut Hidup Layak
Baca JugaMenanam Harapan di Perpustakaan
Baca JugaPiknik Asyik Tanpa Bikin Dompet Panik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WHO: Wabah Hantavirus Telah Berakhir
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
5 Berita Populer: Klarifikasi Untar; Film Backrooms Versi Extended
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Bongkar Kasus Aplikasi Absensi Ilegal, 9 Guru ASN di Brebes Jadi Tersangka | SAPA MALAM
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Prediksi dan Head-to-Head Swiss vs Aljazair: Pertandingan Para Juru Taktik
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menkeu Purbaya Pastikan Kebijakan Presiden Sudah Hitung Risiko Fiskal
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.