Kebut Digitalisasi Pembelajaran, Pemerintah Targetkan 16.557 Sekolah Terkoneksi Internet di 2026

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah terus menggenjot program Digitalisasi Pembelajaran sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan layanan akses internet di sekolah-sekolah agar seluruh siswa dan guru dapat memanfaatkan layanan pembelajaran digital secara optimal.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari menjelaskan, dengan penguatan konektivitas internet dan pengembangan ekosistem pembelajaran digital, transformasi pendidikan diharapkan berjalan lebih merata. Tidak hanya di sekolah-sekolah perkotaan, tetapi juga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Baca Juga :
Jamin Kesejahteraan di Masa Tua, Pemerintah Siapkan Skema Dana Pensiun untuk Atlet
Pemerintah Targetkan Penciptaan 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru di Tahun 2027

Menurut Qodari, seluruh satuan pendidikan wajib memiliki akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas, modern, dan berbasis teknologi. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan sebanyak 16.557 satuan pendidikan untuk menerima akses internet pada 2026.

"Dalam hal konektivitas internet, untuk dukungan Program Digitalisasi Pembelajaran, pada 2025 tercatat sebanyak 8.265 sekolah jadi penerima akses internet. Dalam perencanaan 2026, sebanyak 16.557 satuan pendidikan menjadi target pemenuhan akses internet," ujar Qodari dalam Konferensi Pers di Kantor Bakom RI, di Jakarta, dikutip Jumat, 3 Juli 2026.

Qodari menyampaikan, perluasan akses internet menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pembelajaran berbasis teknologi. Ia menjelaskan, saat ini sebagian besar satuan pendidikan di Indonesia telah terkoneksi internet, meski masih terdapat sekolah yang menjadi prioritas perluasan jaringan.

"Secara nasional, 77 persen satuan pendidikan di Indonesia saat ini telah memiliki akses internet, sementara 23 persen lainnya masih belum terjangkau dan menjadi fokus perhatian ke depan," jelasnya.

Selain memperkuat konektivitas, pemerintah juga terus mengembangkan pemanfaatan platform pembelajaran digital melalui Ekosistem Rumah Pendidikan yang merupakan platform terpadu untuk mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan digital.

"Ini adalah bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan digitalisasi pembelajaran dan penguatan layanan pendidikan berkualitas," ujarnya.

Ia menambahkan, integrasi berbagai layanan digital terus dilakukan agar seluruh pemangku kepentingan pendidikan memperoleh layanan yang lebih efektif dan mudah diakses.

"Melalui integrasi berbagai layanan pendidikan digital, termasuk bergabungnya Ruang GTK ke dalam Rumah Pendidikan sejak Juni 2026, platform ini dirancang untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih mudah diakses, terpadu, dan efisien bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan," paparnya.

Baca Juga :
3 Jurusan di Sekolah yang Cocok untuk Anak Kreatif, Peluang Kerja Melejit di Era Digital
Direktur Bank Jakarta Tegaskan Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan Bisnis
Menteri Transmigrasi Pastikan Penyelesaian Permasalahan Lahan Muaro Jambi Berjalan Sesuai Hukum

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur DKI Menangis Haru Mengenang Masa Lalu saat Open House Sekolah Rakyat
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
HUT ke-26 Apkasi Bahas Penguatan Fiskal Daerah demi Lolos dari Middle-Income Trap
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Tersangka Penyekap Karyawan Percetakan di Jakpus Punya Ikatan Keluarga
• 5 jam laludetik.com
thumb
A Sampai Z Cara Kerja Kamera Wasit, Tampilkan POV Pengandil di Piala Dunia 2026
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
FKIK UIN Alauddin Hadirkan Pakar Internasional, Perkuat Riset yang Berdampak pada Layanan Kesehatan
• 6 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.