JAKARTA, KOMPAS.TV - Dialog Sapa Indonesia Pagi menghadirkan pakar hubungan internasional Universitas Katolik Parahyangan, Yulius Purwadi, dan Kepala Energi dan Pangan INDEF, Abra Talattov, untuk membahas perkembangan terbaru negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar, serta dampaknya terhadap harga minyak dunia dan perekonomian Indonesia.
Meski belum menghasilkan kesepakatan baru, meredanya tensi geopolitik telah mendorong penurunan harga minyak mentah dunia hingga sekitar 68,5 dolar AS per barel.
Dalam diskusi ini, Abra Talattov menjelaskan mengapa harga Pertamax belum ikut turun meski harga minyak dunia telah melemah.
Ia menyoroti pengaruh nilai tukar rupiah, mekanisme penetapan harga BBM non-subsidi, serta pentingnya transparansi pemerintah kepada masyarakat. Sementara itu, Yulius Purwadi mengulas peluang keberlanjutan negosiasi AS-Iran, dinamika Selat Hormus, serta potensi dampaknya terhadap stabilitas energi global dan ekonomi Indonesia.
Produser: Prayogi
Editor: Joshua
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- SAPA INDONESIA PAGI
- PERTAMAX
- HARGA BBM





