Sahroni Apresiasi Sinergi BNN-Bea Cukai Ungkap 3,37 Ton Ganja: Jangan Lengah

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Komisi III DPR mengapresiasi keberhasilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam membongkar penyelundupan 3,37 ton narkotika melalui pemeriksaan X-ray terhadap barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antar lembaga dalam upaya memberantas peredaran narkotika di Indonesia.

“Semakin banyak kerja sama para penegakan hukum, semakin besar penangkapan narkotika jenis apa pun,” kata Sahroni saat dikonfirmasi, Jumat (3/7).

Menurut Sahroni, soliditas menjadi kunci agar upaya pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif, terutama menghadapi berbagai modus penyelundupan yang terus berkembang.

“Yang penting semua solid untuk melakukan hal pemberantasan pengedaran narkotika di Indonesia,” ujarnya.

Sahroni juga memberikan apresiasi kepada Bea Cukai dan BNN atas keberhasilan mengungkap penyelundupan narkotika tersebut.

Meski demikian, ia mengingatkan agar tetap tidak lengah karena sindikat narkotika terus mengembangkan berbagai cara baru untuk menyelundupkan barang tersebut.

“Apresiasi buat BNN dan Bea Cukai, teruskan dan jangan lengah,” tutur Sahroni.

“Karena masih banyak mereka memasukkan narkotika dengan cara yang canggih-canggih,” sambung dia.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan penyelundupan narkotika internasional. Narkoba yang diselundupkan jenis kuncup bunga kanabinoid lintas negara.

Malaysia, Tiongkok, Indonesia, dan Thailand dengan memanfaatkan jalur impor resmi untuk memasukkan narkotika ke Indonesia.

“Jaringan ini merupakan jaringan internasional yang melibatkan Malaysia, Tiongkok, Indonesia, melalui Thailand,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama dalam konferensi pers di Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/7).

Djaka mengungkapkan penyelundupan ini terbongkar saat petugas menemukan barang yang mencurigkan pada hasil pemeriksaan X-ray terhadap barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap komoditas yang dianggap mencurigakan tersebut. Berdasarkan hasil pengujian, barang tersebut dipastikan sebagai narkotika.

Bea Cukai selanjutnya segera berkoordinasi dengan BNN untuk menyusun langkah penindakan berikutnya. Alih-alih langsung melakukan penyitaan di pelabuhan, aparat memutuskan menerapkan metode controlled delivery atau pengiriman yang diawasi.

Strategi tersebut dilakukan untuk menelusuri jaringan penerima hingga lokasi tujuan akhir sekaligus mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam penyelundupan.

Melalui operasi itu, aparat berhasil membongkar jaringan penyelundupan sekaligus mengamankan barang bukti narkotika jenis kuncup bunga kanabinoid seberat 3,37 ton yang diangkut menggunakan empat kontainer.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diperiksa Kemendagri, Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu “Lalaki Langit”
• 31 menit lalukompas.com
thumb
Walkot Bima Lantik Istri, Ipar dan Sepupu Jadi Pejabat, Pemkot Bilang Begini
• 3 jam laludetik.com
thumb
Harga Aluminium Menguat saat Harapan Kenaikan Suku Bunga Mereda
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo: Indonesia-Belarus Luncurkan Peta Jalan Kerja Sama Industri hingga Pertanian
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Uang Rp 1,54 M untuk Kuliah Anak Rusak Kena Banjir Rob, Ida Datangi BI Tegal
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.