jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Alwis Rustam menyampaikan bahwa Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI menghasilkan 10 rekomendasi.
Menurutnya, pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
BACA JUGA: Hadiri Rakor APEKSI, Wali Kota Jaya Negara Bahas Strategi Pembangunan Perkotaan
“Masukan yang dirumuskan dalam Rakernas diharapkan menjadi bagian dari penguatan kebijakan nasional,” ungkap Alwis saat penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI, Kamis (3/7).
Rakernas XVIII APEKSI menegaskan ketangguhan kota tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mencakup ketahanan fiskal, pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan ekonomi, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, serta kolaborasi antarpemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA: Hadiri Raker Komwil IV Apeksi, Khofifah: Semoga Lahirkan Rekomendasi Strategis Pembangunan
Sebanyak 88 wali kota, 4 wakil wali kota, 2 sekretaris daerah, dan 1 kepala Bappeda dipastikan hadir dalam Rakernas XVIII APEKSI mewakili 98 kota anggota APEKSI. Karnaval budaya diperkirakan melibatkan sekitar 2.800 peserta, sementara Indonesia City Expo dan bazar menghadirkan 250 pelaku UMKM.
“Pemerintah Kota Medan memperkirakan penyelenggaraan Rakernas akan mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp 72 miliar,” kata Alwis.
Adapun sepuluh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi agenda advokasi APEKSI kepada pemerintah pusat sebagai bentuk komitmen bersama pemerintah kota untuk mewujudkan kota-kota yang semakin tangguh, inklusif, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat.
Rangkaian kegiatan Rakernas XVIII APEKSI yang diselenggarakan pada 28 Juni–4 Juli 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah kota untuk bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan perkotaan.
Selain Rakernas sebagai forum strategis organisasi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Youth City Changers (YCC), Ladies Program, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital (Komdigi), Forum Pangan, Forum Bisnis dan Investasi, Karnaval Budaya Nusantara, hingga Indonesia City Expo (ICE).
“Berbagai forum tersebut memperkaya pembahasan mengenai isu-isu strategis, mulai dari ketahanan fiskal, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelas Alwis.(era/jpnn)
Adapun melalui sidang pleno, seluruh pemerintah kota yang hadir kemudian menyepakati 10 rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI, yaitu:
- Penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah.
- Penataan kebijakan ASN, PPPK, dan fleksibilitas belanja daerah.
- Penguatan tata kelola program strategis nasional di daerah.
- Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah.
- Transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik.
- Penguatan ketahanan lingkungan dan kota berkelanjutan.
- Penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif.
- Penguatan tata ruang, kerja sama daerah, dan pembangunan kewilayahan.
- Penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi.
- Pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota secara berkelanjutan.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




