jpnn.com - LUMAJANG - Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) erupsi tujuh kali dalam kurun waktu empat jam, Jumat (3/7).
Tinggi letusan gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, itu sekitar 400 meter hingga 1.300 meter di atas puncak.
BACA JUGA: Gunung Semeru Erupsi Lagi, Tinggi Letusan Sampai 1.000 Meter di Atas Puncak
Adapun erupsi pertama pada pukul 06.06 WIB.
Tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak.
BACA JUGA: Gunung Semeru Erupsi Lagi, Tinggi Letusan Sampai 600 Meter
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara.
Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 108 detik.
BACA JUGA: Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan 1.000 Meter di Atas Puncak
"Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.22 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 400 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jumat (3/7).
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.29 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.100 meter di atas puncak.
Selang beberapa menit kemudian, yakni pukul 07.58 WIB, erupsi kembali dengan tinggi kolom letusan 1.300 meter di atas puncak.
Erupsi kembali terjadi pukul 08.45 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 800 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan.
Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
Pada pukul 09.48 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi kembali dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1. 300 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
"Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 10.18 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan," ucapnya.
Liswanto menjelaskan aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat direkomendasikan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara pada sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," kata Liswanto.
Dia meminta masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Liswanto. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




