Mayoritas Ekspor Tambang NTB ke China

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, DENPASAR - China menjadi negara tujuan ekspor tambang dari Nusa Tenggara Barat sepanjang 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor ke China dari Januari hingga April 2026 US$994,26 juta atau sekitar 79,34% dari keseluruhan ekspor. 

Kepala BPS NTB Wahyudin menjelaskan komoditas yang diekspor ke China adalah barang tambang non migas yang diproduksi di Sumbawa Barat. "Pada April 2026 saja, ekspor komoditas tambang ke China nilainya mencapai US$514,51 Juta atau sekitar 94,37%," jelas Wahyudin dari keterangan pers dikutip Jumat (3/7/2026). 

Negara tujuan ekspor tertinggi kedua pada periode Januari - April 2026 adalah Thailand dengan nilai US$118,41 juta atau sekitar 9,45%, kemudian disusul Jepang yaitu sebesar US$79,56 juta atau sekitar 6,35%. Nilai ekspor tertinggi keempat ditujukan ke Uni Emirat Arab dengan nilai US$19,48 juta atau sekitar 1,56%, kelima ditujukan ke Hongkong dengan nilai US$17,21 juta atau sekitar 1,37%, dan Negara lainnya dengan nilai US$24,16 juta atau sekitar 1,93%.

Wahyudin menjelaskan selain ke China, NTB juga mengekspor tembaga ke Thailand, kemudian permata atau perhiasan lainnya banyak dieskpor ke Hongkong, Jepang, China dan sejumlah negara lainnya. 

Nilai impor Provinsi Nusa Tenggara Barat Bulan Januari-April 2026 sebesar US$28,66 juta mengalami penurunan sebesar 69,98% dibandingkan dengan impor periode Januari-April 2025 sebesar US$95,48 juta.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor NTB pada April 2026 sebesar US$7,95 juta mengalami penurunan sebesar 66,74%, dimana nilai impor NTB pada April 2025 sebesar US$23,91 Juta.

Kelompok komoditas impor Provinsi NTB dengan nilai terbesar pada Januari-April 2026 adalah karet dan arang dari Karet sebesar US$14,72 juta (51,36%), mesin-mesin /pesawat mekanik sebesar US$8,1% (28,29%), kendaraan dan bagiannya sebesar US$2,48 juta (8,66%), mesin atau peralatan listrik sebesar US$870.038 (3,03%), berbagai produk kimia sebesar US$638.364 (2,23%).

Nilai impor Provinsi NTB Bulan Januari-April 2026 terbesar berasal dari Jepang dengan nilai US$14,58 juta atau sekitar 50,87%, Amerika Serikat dengan nilai US$ 5,01 juta atau sekitar 17,50%, Australia dengan nilai US$3,12 juta atau sekitar 10,89%, Tiongkok dengan nilai US$2,9 juta atau sekitar 10,14%, Singapura dengan nilai US$1,8 juta atau sekitar 6,31%, dan Negara lainnya dengan nilai US$1,23 jutaatau sekitar 4,30%.

"Impor pada bulan April 2026 kelompok komoditas Karet dan Barang dari Karet berasal dari Jepang, Tiongkok, dan lainnya. Komoditas Mesin-mesin atau pesawat Mekanik berasal dari Amerika Serikat, Singapura, dan Australia. Komoditas Kendaraan dan Bagiannya berasal dari Amerika Serikat, Singapura, dan Australia," jelas Wahyudin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diduga Jadi Korban Sekap dan Penyiksaan Oknum Polisi, Wanita Asal Jateng Cari Keadilan di Bareskrim Polri
• 44 menit laludisway.id
thumb
Kasus Aplikasi Presensi Fiktif: Pemkab Brebes Sebut Mayoritas Pengguna adalah Guru ASN
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Majukan Sport Tourism, Pemerintah DKI Jakarta Berikan Dukungan untuk Turnamen Domino Bersama Higgs Games Island
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Baru Menikah 5 Bulan dan Istri Sedang Hamil, Kiper Timnas Palestina Saleem Al-Ashqar Gugur Ditembak Zionis Israel di Gaza
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Piala Dunia 2026: Timnas Inggris Jumpa Meksiko di Azteca, Thomas Tuchel Singgung soal Karma Diego Maradona
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.