Havana (ANTARA) - Pemerintah Amerika Serikat telah mendesak sejumlah negara untuk menghentikan program kesehatan bilateral bersama Kuba, demikian menurut Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Carlos Fernandez de Cossio.
Dampak penghentian sejumlah program itu "dapat membuat banyak komunitas kehilangan akses ke layanan kesehatan," kata Carlos di Facebook pada Rabu (1/7).
AS juga menekan beberapa pemerintah lain agar mengubah sikap mereka yang selama ini menentang blokade ekonomi AS dan bahkan menolak untuk membahas isu tersebut di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ujarnya.
Pemerintah AS telah berhasil menekan pemerintah-pemerintah lain untuk mematuhi larangan yang dikeluarkan oleh Washington terkait ekspor bahan bakar ke Kuba, imbuhnya
Otoritas Kuba telah berulang kali mengecam blokade energi oleh Washington sebagai tindakan genosida dan bentuk hukuman kolektif yang menyebabkan pemadaman listrik harian berkepanjangan, kekurangan layanan transportasi, serta hambatan terhadap aktivitas ekonomi.
Selama enam bulan terakhir, Kuba yang sangat bergantung pada impor bahan bakar hanya menerima satu kapal tanker minyak, yaitu kapal Anatoly Kolodkin milik Rusia, yang mengangkut sekitar 100.000 ton minyak mentah.
Menurut sejumlah sumber resmi, Kuba membutuhkan sekitar delapan kapal tanker bahan bakar per bulan agar dapat beroperasi secara normal.
Dampak penghentian sejumlah program itu "dapat membuat banyak komunitas kehilangan akses ke layanan kesehatan," kata Carlos di Facebook pada Rabu (1/7).
AS juga menekan beberapa pemerintah lain agar mengubah sikap mereka yang selama ini menentang blokade ekonomi AS dan bahkan menolak untuk membahas isu tersebut di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ujarnya.
Pemerintah AS telah berhasil menekan pemerintah-pemerintah lain untuk mematuhi larangan yang dikeluarkan oleh Washington terkait ekspor bahan bakar ke Kuba, imbuhnya
Otoritas Kuba telah berulang kali mengecam blokade energi oleh Washington sebagai tindakan genosida dan bentuk hukuman kolektif yang menyebabkan pemadaman listrik harian berkepanjangan, kekurangan layanan transportasi, serta hambatan terhadap aktivitas ekonomi.
Selama enam bulan terakhir, Kuba yang sangat bergantung pada impor bahan bakar hanya menerima satu kapal tanker minyak, yaitu kapal Anatoly Kolodkin milik Rusia, yang mengangkut sekitar 100.000 ton minyak mentah.
Menurut sejumlah sumber resmi, Kuba membutuhkan sekitar delapan kapal tanker bahan bakar per bulan agar dapat beroperasi secara normal.





