India Sedang Lakukan "Globalisasi Rupee", Kalahkan Dolar AS?

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Mata uang Rupee India. (REUTERS / Thomas White / Illustration / File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - India sedang menggalakkan "globalisasi rupee". Menurut negeri tersebut langkah ini merupakan persyaratan utama bagi pertumbuhan pesat negara itu.

Sebenarnya, New Delhi memang telah berulang kali menekankan tujuan yang lebih besar untuk menginternasionalkan rupee, mendorong lembaga-lembaganya untuk membangun infrastruktur yang memungkinkan perdagangan dan penyelesaian mata uang di luar pasangan dolar-rupee. Guncangan akibat harga minyak dan mata uang Timur Tengah juga menjadi dasar lain.


Baca: Rumah Wamen Digerebek, Uang Tunai Rp 251 M Ditemukan dalam Dinding

"Hal ini penting karena India adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dibandingkan negara lain," kata Gubernur Reserve Bank of India (RBI) Sanjay Malhotra pada Kongres Keuangan Bank Rusia, sebagaimana dikutip laman RT, Jumat (3/7/2026).

"Peningkatan transaksi dalam mata uang rupee akan membantu New Delhi menjadi lebih terisolasi dari guncangan mata uang dan memperluas keranjang perdagangannya dengan memfasilitasi perdagangan dengan negara-negara yang terkena sanksi AS," tambahnya laman tersebut masih merujuk Malhotra.

Baca: Potret Peti Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Ditampilkan, Tangisan Pecah

India sendiri memperkirakan perdagangan rupee akan menjadi lebih umum di tahun-tahun mendatang karena beberapa negara, termasuk beberapa negara di Afrika, telah menyatakan minatnya untuk membangun mekanisme pembayaran menggunakan mata uang India. Sebelumnya, September tahun lalu, Malhotra mendesak Clearing Corporation of India, untuk memperkuat penawarannya bagi investor ritel dalam valuta asing dan surat berharga pemerintah.

Khusus dengan Rusia, kedua negara telah berupaya menemukan metode alternatif untuk melakukan transaksi setelah metode tersebut dihapus dari sistem pesan keuangan SWIFT. Dengan mitranya dari Rusia, Elvira Nabiullina, Malhotra mengatakan penargetan inflasi negara Asia Selatan telah membantu menurunkan rata-rata inflasi.

Sementara itu, dalam tinjauan bulan Maret, pemerintah India mempertahankan target inflasi ritel sebesar 4%. Inflasi ritel India mencapai 3,93% pada bulan Mei, dan perekonomian tumbuh sebesar 7,8% tahun-ke-tahun pada kuartal yang berakhir pada bulan Maret.

Baca: Petaka Hantam Amerika, 720 Ribu Orang Serentak Berhenti Cari Kerja


(tps/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Iran Beri Pesan ke AS Israel - Tiktok PHK 90% Karyawan Tokopedia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asosiasi Sebut Penyeragaman Kemasan Rokok Ancam Mata Pencaharian Pedagang Kecil
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 dan Status Desil Terkini di cekbansos.kemensos.go.id
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Profil Bupati Langkat Syah Afandin yang Di-OTT KPK: Hartanya 10,67 Miliar
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Dani Holgado tidak sabar jalani debut di MotoGP
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Saat Cinta di Dunia Game Berlanjut ke Dunia Nyata, Ini Sinopsis Drama China Love Between Lines
• 10 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.