Kuku Bima & Tolak Angin Kembali Gelontorkan Bantuan Rp 325 Juta untuk Operasi Bibir Sumbing

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui produk unggulannya, Kuku Bima dan Tolak Angin, kembali memberikan bantuan untuk anak penderita bibir sumbing. 

Bekerja sama dengan Smile Train Indonesia, perusahaan jamu legendaris ini menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing gratis bagi 50 pasien di RS Hermina Galaxy, Kota Bekasi, pada Kamis (2/7).

BACA JUGA: Sido Muncul Paparkan Bukti Ilmiah Keamanan Tolak Angin, Pertegas Uji Toksisitas Subkronis

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR) berkelanjutan Sido Muncul. 

Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp 325 juta untuk mendukung tindakan medis tersebut kepada Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati.

BACA JUGA: Sido Muncul Gandeng Nicholas Saputra Jadi Wajah Baru Tolak Angin

Irwan mengungkapkan penderitaan anak-anak dengan kelainan sumbing bibir bukan hanya soal estetika, melainkan hambatan fungsi dasar hidup. 

Dia menekankan bantuan ini bertujuan untuk mengangkat beban psikologis serta finansial yang selama ini menghimpit keluarga pasien prasejahtera.

BACA JUGA: Gandeng Petenis Asal Prancis Alize Lim, Tolak Angin Luncurkan Iklan Baru

"Hari ini kami kembali memberikan bantuan operasi bibir sumbing gratis bagi 50 penderita di wilayah Bekasi,” kata Irwan Hidayat. 

Lebih lanjut, Irwan menceritakan semangatnya untuk terus membantu masyarakat lahir dari sejarah kesehatan pribadinya yang kelam. 

Dia mengenang masa-masa sulit saat berat badannya merosot tajam akibat penyakit yang sempat tidak terdiagnosis oleh tim medis.

"Selama di rumah sakit itu, waktu itu empat bulan berat badan saya dari 47 kilo turun jadi 32 kilo. Ya, karena muntah-muntah enggak diketahui sebabnya," kata Irwan menceritakan pengalamannya jatuh sakit hingga kehilangan banyak berat badan.

Titik balik kesembuhannya dimulai ketika dia dipindahkan ke rumah sakit lain dan bertemu dengan dokter yang tepat. 

Namun, perjuangan Irwan tidak berhenti di sana karena dirinya harus menghadapi berbagai komplikasi penyakit lain yang menyerang secara beruntun. 

Penyakit tersebut mencakup gangguan paru-paru hingga kerusakan organ dalam yang sangat parah, sehingga mengganggu kondisi mentalnya. 

"Wah, depresi berat. Depresi luar biasa, gitu," katanya. 

Pengalaman menderita depresi dan berbagai ketakutan psikologis inilah yang membuat Irwan mengubah cara pandangnya terhadap hidup dan bisnis. 

Baginya, pencapaian tertinggi sebuah perusahaan bukan sekadar keuntungan, melainkan sejauh mana manfaat yang diberikan kepada sesama.

“Yang terakhir memberikan kontribusi, memberi manfaat. Nah, itu yang sampai hari ini saya lakukan pada Sido Muncul itu. Jadi, memberi manfaat," imbuh Irwan. 

Irwan juga membesarkan hati para orang tua pasien dengan menekankan setiap kesulitan pasti akan menemukan jalan keluarnya melalui niat baik dan usaha. 

Dia memastikan Sido Muncul akan selalu konsisten melakukan operasi bibir sumbing bersama mitra-mitra strategisnya.

Hingga pertengahan tahun 2026, tercatat Sido Muncul telah memfasilitasi operasi bagi 774 pasien di seluruh Indonesia. 

Irwan berharap langkah nyata ini dapat menginspirasi sektor swasta lainnya untuk turut serta membantu menangani persoalan kesehatan di tanah air.

“Setiap kesulitan kalau ini selesai, nanti pasti ada lagi. Dan kesulitan itu akan datang terus, tapi Tuhan juga baik, artinya memberi jalan,” tuturnya memberikan motivasi.

Sementara itu, Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati menyambut hangat konsistensi Sido Muncul dalam melahirkan "Energi Senyum Indonesia." 

Deasy menyebut pertemuan langsung dengan Irwan Hidayat selalu memberikan suntikan energi positif bagi tim Smile Train dan para keluarga pasien.

Deasy juga menceritakan bagaimana reputasi Sido Muncul melalui produknya telah mendunia, bahkan diakui oleh mitra-mitra Smile Train di kawasan Asia Tenggara.

Produk-produk tersebut kini menjadi simbol kepedulian sosial dari Indonesia.

“Bapak Irwan secara langsung itu selalu membawa energi positif buat Smile Train Indonesia," kata Deasy. 

Deasy memaparkan data medis yang menunjukkan angka kelahiran bayi sumbing di Indonesia mencapai 1 berbanding 700 kelahiran.

Artinya, ada ribuan bayi setiap tahunnya yang membutuhkan intervensi medis segera agar hak-hak mereka terpenuhi.

Oleh karena itu, upaya operasi gratis ini menjadi salah satu cara membantu anak-anak mempunyai hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak. 

“Anak-anak ini juga mempunyai hak, jangan karena kekurangpedulian kita sehingga mereka harus berhenti sekolah karena malu, karena dikucilkan," ujarnya. 

Guna memperluas jangkauan bantuan, Deasy membuka kanal pengaduan langsung bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi sumbing. 

“Bisa hubungi Smile Train langsung ke nomor handphone saya di 0812-866-4029. Nanti konsultasi, nanti dapat rekomendasi. Jadi kami akan bantu,” tambahnya.

Di sisi lain, Direktur RS Hermina Galaxy, dr. Hardimas, M.Kes., CRP, menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah bakti sosial ini.

Hardimas menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan medis terbaik.

“Insya Allah dengan niat baik ini, kita bisa memberikan kontribusi terbaik untuk pasien-pasien bibir sumbing,” ujar Hardimas.

Penanganan medis dalam kegiatan ini melibatkan para ahli di bidangnya, termasuk Spesialis Bedah Mulut Maksilofasial, Drg. Joni Putra, Sp.B.M.M., FICS. 

Joni menjelaskan pentingnya ketepatan waktu dalam melakukan tindakan operasi agar proses pemulihan bicara pasien berjalan normal.

“Usia ideal, kalau celah bibir itu di usia 3 bulan. Kalau untuk celah langit-langit, itu idealnya di usia 18 bulan atau satu setengah tahun itu bisa harus dioperasi," ujar Joni. 

Joni juga menambahkan keberhasilan operasi sangat bergantung pada kondisi fisik pasien saat tindakan dilakukan. 

Pasien bayi minimal harus berusia 3 bulan dengan berat badan sedikitnya 5 kilogram dan hasil pemeriksaan laboratorium yang sehat.

Joni menekankan sumbing bibir diakibatkan oleh multifaktor, mulai dari genetik hingga faktor eksternal selama masa kehamilan. 

Oleh karena itu, dia menyarankan agar para ibu hamil rutin melakukan kontrol sejak dini sebagai langkah pencegahan. 

“Penyebabnya memang multifaktorial. Pertama faktor genetik, keturunan. Termasuk tadi apakah ada trauma saat hamil, atau obat-obatan," ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, haru dan bahagia menyelimuti para orang tua pasien, salah satunya adalah Sofiani Gea Pratiwi (23). 

Dia membawa putrinya, Faleesha Mikhayla Azzahra, yang baru berusia 40 hari untuk mendapatkan bantuan penanganan medis dari tim dokter.

Sofiani menceritakan bagaimana perasaannya sempat hancur saat mengetahui kondisi sang anak di akhir masa kehamilan. 

"Pas baru mau lahir, pas waktu sembilan bulan. Rasanya seperti dunia runtuh gitu," kata Sofiani dengan nada bergetar.

Bersamaan dengan itu, Sofiani menyampaikan rasa syukur atas bantuan Sido Muncul, sehingga sang anak bisa mendapat bantuan operasi. 

Program ini menjadi babak baru bagi Faleesha dan puluhan anak lainnya di Bekasi untuk memiliki masa depan yang lebih cerah dengan senyuman yang kini telah utuh.

“Harapannya ya biar normal, biar besar, biar sekolah, biar sukses kayak yang lain,” imbuhnya. 

Selain operasi bibir sumbing, Sido Muncul secara rutin juga menyelenggarakan operasi katarak gratis serta program penanganan stunting di berbagai wilayah di Indonesia. (rom/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terungkap Riders Manggung Vierratale, Koyo Hingga Minuman Tolak Angin


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Naik Rp11 Ribu, Hari Ini Dijual Rp2,651 Juta/Gram
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNPB: Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Dimaksimalkan Sepanjang Hari
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IDN Global Satukan Diaspora Perkuat Strategi Mitigasi Bencana di Indonesia
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bom Meledak di Sebuah Kafe Suriah, Sembilan Orang Tewas
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Erick Thohir Ungkap Banyak Negara Ingin Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.