Tawuran Antarkelompok Bawa Parang dan Celurit Pecah di Jalan Bojong Raya Jakbar

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian menyelidiki kasus tawuran antarkelompok yang terjadi di Jalan Bojong Raya, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (2/7/2026) dini hari.

Tawuran yang disebut warga kerap terjadi di kawasan tersebut kembali meresahkan karena para pelaku diduga menggunakan senjata tajam (sajam).

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Parman Gultom mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kelompok yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

Baca juga: Residivis Begal Jadi Otak Pembunuhan 2 Pemuda di Selokan Bekasi, Modus Tawuran

Menurut dia, para pelaku diduga merupakan remaja antarkampung.

"Sekarang pelajar pada libur jadi anak-anak tanggung. Kalau saat kita lidik rencana akan menyebrang anak-anak ini," kata Gultom melalui pesan singkat, Jumat (3/7/2026).

Meski para pelaku menggunakan senjata tajam, Gultom memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban akibat bacokan dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: 2 Pemuda Tewas di Selokan Bekasi Sempat Janjian Tawuran, Pilih Kabur karena Kalah Jumlah

Aksi tawuran itu terekam kamera pengawas (CCTV).

Rekaman memperlihatkan dua kelompok pemuda saling menyerang di jalan menggunakan senjata tajam.

Dalam video tersebut, kedua kelompok tampak membawa berbagai jenis senjata tajam, mulai dari celurit hingga parang.

Baca juga: 2 Pemuda Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

Salah seorang warga, M Solahudin, mengatakan tawuran yang terjadi pada dini hari itu sangat meresahkan masyarakat.

"Sebenarnya dari kemarin kami udah antisipasi dan melakukan patroli bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, Citra Bhayangkara, serta jajaran keamanan RT, RW," kata Solahudin kepada wartawan.

"Tapi sekarang muncul lagi tawuran antar remaja," sambungnya.

Baca juga: Kronologi 2 Pemuda Tewas di Selokan Bekasi: Diduga Tawuran, 4 Remaja Ditangkap

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Solahudin, Jalan Bojong Raya memang kerap dijadikan lokasi tawuran.

"Memang sering dijadikan tempat tawuran. Menurut Pak RT, mereka bukan warga sini, melainkan kelompok remaja yang datang dari luar wilayah," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri PANRB: Transformasi Birokrasi Harus Hadirkan Kepastian Hukum
• 22 jam laludisway.id
thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Portugal Bungkam Kroasia, Cristiano Ronaldo dkk Tantang Spanyol di 16 Besar!
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
PAN Nonaktifkan Syah Afandin dari Ketua DPW Sumut Usai Kena OTT KPK
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap dalam OTT KPK
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Peradi Profesional Sebut Advokat Wajib Jaga Profesionalisme dan Keadilan Objektif
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.