REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemenangan dramatis Portugal atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya bermakna tiket ke babak 16 besar. Bagi Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya, kemenangan 2-1 di Stadion Toronto, Kanada, Rabu (2/7/2026) waktu setempat atau Kamis (3/7/2026) pagi WIB, menjadi penghormatan emosional bagi mendiang Diogo Jota.
Sehari menjelang genap satu tahun berpulangnya Jota dan adiknya Andre Silva dalam kecelakaan mobil di Spanyol, skuad Portugal tampil dengan motivasi tambahan. Seusai pertandingan, Ronaldo mengenakan jersey bernomor 21 milik Jota, lalu menunjuk ke langit dengan mata berkaca-kaca saat merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya.
Baca Juga
Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Drama VAR, Perjalanan Modric di Piala Dunia Berakhir
Vitinha Akui Portugal Belum Maksimal, Janji Tampil Lebih Baik Lawan Kroasia
'Bismillah' Ronaldo Sebelum Bobol Gawang Kroasia Hangatkan Jagad Maya
Kapten Portugal itu mengaku suasana menjelang pertandingan terasa sangat emosional. Seluruh anggota tim sudah membicarakan momen tersebut sebelum laga dimulai.
"Kami sudah tahu sebelum pertandingan, itu momen yang sangat istimewa," kata Ronaldo kepada FOX, dikutip dari ESPN.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Hari ini kami berbicara sebagai sebuah tim tentang berbagai kebetulan dalam hidup. Sungguh luar biasa. Situasi hari ini memiliki arti yang sangat besar bagi kami, bukan hanya karena kami memenangkan pertandingan, melainkan juga karena cara kami meraihnya."
Ronaldo menegaskan kemenangan tersebut menjadi bentuk penghormatan terbaik bagi mantan rekan setimnya yang telah mencatatkan 49 penampilan dan 14 gol bersama tim nasional Portugal.
"Kami tahu dia hadir bersama kami dan kemenangan hari ini adalah cara terbaik untuk menghormatinya," ujar pemain berusia 41 tahun itu.
Portugal sempat tertinggal lebih dulu setelah Ivan Perisic membawa Kroasia unggul. Namun, Ronaldo menyamakan kedudukan melalui titik penalti pada menit ke-68. Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertama Ronaldo di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya serta menjadikannya pemain tertua yang mencetak gol pada laga gugur Piala Dunia pria, dalam usia 41 tahun 147 hari.