Pengguna Transportasi Umum di Jakarta Masih Rendah, Hanya 28 Persen

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan jumlah warga yang rutin menggunakan transportasi umum di Jakarta masih tergolong rendah.

Saat ini, persentasenya baru sekitar 27-28 persen, meski konektivitas antarmoda telah mencapai 93 persen.

Hal itu disampaikan Pramono saat melantik pengurus Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) periode 2026-2029 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).

“Konektivitas di Jakarta sekarang ini sudah 93 persen, tetapi yang menggunakan terus-menerus menurut saya, data terakhir nanti saya minta Dinas Perhubungan Pemprov untuk diperbaiki, mungkin baru sekitar 27, 28 persen," kata Pramono, Jumat.

Baca juga: Kamu yang Buat Instruksi, Kamu Harus Cuci Plastiknya Cerita Pramono Ditegur Istri Saat Buang Sampah

Menurut dia, angka tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk beraktivitas sehari-hari.

Untuk itu, Pramono mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membuka sejumlah rute Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan daerah penyangga.

Menurut Pramono, penambahan rute seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, Blok M-Bogor, bertujuan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong mereka meninggalkan kendaraan pribadi.

Di lain sisi, Pramono menyoroti masalah kemacetan Jakarta.

Salah satu penyebabnya adalah tingginya jumlah komuter yang setiap hari masuk ke ibu kota untuk bekerja.

Ia menyebut sekitar 3,5 juta hingga 4 juta orang datang ke Jakarta setiap pagi dan kembali ke daerah tempat tinggalnya pada sore atau malam hari.

"Selama ini transportasi itu lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi. Maka Pemerintah DKI Jakarta yang saya pimpin mengubah paradigma itu," katanya.

Baca juga: Lantik Pengurus DTKJ, Pramono Targetkan Lebih Banyak Warga Beralih ke Transportasi Umum

Meski persentase pengguna transportasi umum masih di bawah 30 persen, Pramono menilai kondisi transportasi Jakarta terus membaik.

Ia menyebut Jakarta kini masuk sebagai kota dengan sistem transportasi terbaik kedua di ASEAN setelah Singapura, peringkat kedelapan di Asia, dan peringkat ke-17 di dunia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Karena itu, ia meminta pengurus DTKJ yang baru dilantik ikut berkontribusi meningkatkan penggunaan transportasi umum dan memperkuat sistem transportasi di Jakarta.

"Saya sungguh berharap kehadiran, partisipasi, kontribusi Bapak- Ibu sekalian bersama-sama dengan stakeholder yang lainnya untuk bagaimana caranya membuat transportasi di Jakarta ini menjadi lebih baik," ujar Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ESIP Tebar Dividen Mini Rp0,5 per Saham, Cair Akhir Juli
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Kepergok Lagi Dorong Motor Curian, Maling di Jaksel Langsung Ditangkap Polisi
• 20 jam laludetik.com
thumb
Prabowo dan Lukashenko Hasilkan 7 Kerja Sama, Ada soal Pencucian Uang-Terorisme
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Satgas PRR Siapkan 2 Skema Pendanaan Baru untuk Kebut Penyediaan Huntap
• 21 jam laludetik.com
thumb
DPRD Dukung Surabaya Expo Center, Eks Hi-Tech Mall Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif
• 22 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.